Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1000994575.jpg
Penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP. (dok. BULOG)

Intinya sih...

  • Realisasi penyaluran beras SPHP 2025 mencapai 802,9 ribu ton dengan sisa target sekitar 697,1 ribu ton yang belum disalurkan.

  • Penyaluran beras SPHP 2026 diharapkan dimulai per 1 Februari 2026 dengan target sebesar 1,5 juta ton setelah pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

  • Ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga akhir 2025 mencapai 3,25 juta ton, memastikan ketersediaan beras nasional sangat aman.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Perpanjangan itu dilakukan demi memastikan harga beras terjaga pada awal 2026.

Perpanjangan distribusi itu dilakukan lewat skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang telah disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Skema RPATA telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025. RPATA adalah rekening milik bendahara umum negara untuk menampung dana atas penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran.

"Perpanjangan tersebut dimungkinkan melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang telah disetujui Kementerian Keuangan atas usulan Badan Pangan Nasional," kata Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, dikutip dari ANTARA, Minggu (11/1/2026).

1. Realisasi penyaluran beras SPHP 2025

Penyaluran 1,3 ton beras SPHP (Dok. Pemkot Tangsel)

Realisasi penyaluran beras SPHP secara nasional telah mencapai 802,9 ribu ton. Sisa yang belum disalurkan sekitar hampir 700 ribu ton.

"Jadi, sisa target SPHP beras 2025 sekitar 697,1 ribu ton dapat terus diakselerasi seoptimal mungkin," ujar Sarwo.

Dengan begitu, kata Sarwo, perpanjangan distribusi tersebut memperkuat stok beras nasional mengingat ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga akhir 2025 mencapai 3,25 juta ton.

Penyaluran beras SPHP 2025 tetap dilakukan melalui berbagai kanal distribusi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih, pasar rakyat, ritel modern, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah, guna menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.

2. Penyaluran beras SPHP 2026

Ilustrasi beras SPHP. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Di sisi lain, distribusi SPHP 2026 diharapkan dapat dimulai per 1 Februari 2026. Meski begitu, Bapanas masih dalam proses pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan.

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan tanggal 29 Desember 2025, telah disetujui secara mufakat target penyaluran beras SPHP 2026 sebesar 1,5 juta ton.

3. Ketersedian beras nasional sangat aman

Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, ketersediaan beras secara nasional sangat aman sehingga tak ada alasan bagi para pelaku usaha yang menjual beras untuk menetapkan harga melebihi ketentuan.

"Stok (CBP akhir tahun) kita 3,2 juta ton, pernah dulu Indonesia mendapatkan penghargaan di 1984 dari FAO. Saat itu stoknya hanya 2 juta ton. Kita sekarang empat juta ton (stok CBP) pernah diraih (pertengahan 2025) dan akhir tahun 3,2 juta ton," kata Amran.

Editorial Team