Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bulog Siap Ekspor Beras dan Jagung Tahun Ini, ke Mana?

Bulog Siap Ekspor Beras dan Jagung Tahun Ini, ke Mana?
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Bulog siap ekspor beras dan jagung tahun ini
  • Negara tujuan ekspor, prioritas ke negara tetangga dan yang membutuhkan
  • Perkuat strategi pengadaan CBP 4 juta ton, kolaborasi pentahelix sebagai kunci keberhasilan swasembada pangan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya siap mengekspor beras dan jagung pada tahun ini. Hal tersebut lantaran dua komoditas tersebut telah mencapai swasembada pada akhir tahun lalu.

Rizal menegaskan, Bulog secara operasional siap melakukan ekspor, sembari melakukan koordinasi antarpemerintah mengenai peluang dan kebutuhan negara tujuan ekspor.

"Kami siap dalam arti tinggal kami melihat potensi negara mana yang akan kita ekspor tersebut," kata dia di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Minggu (11/1/2026).

1. Negara tujuan ekspor

PHOTO-2025-12-24-20-36-04.jpeg
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani melakukan peninjauan harga beras di pasar tradisional, Rabu (24/12/2025). (dok. Bulog)

Rizal menyampaikan, Bulog terus melakukan koordinasi mengenai rencana ekspor dua komoditas tersebut. Koordinasi dilakukan secara ketat bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai institusi yang memiliki kewenangan komunikasi dagang antarnegara.

Menurutnya, Bulog memprioritaskan peluang ekspor ke negara-negara tetangga. Selain itu,negara yang benar-benar membutuhkan pasokan pangan, termasuk wilayah yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.

Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Bulog menyiapkan alokasi ekspor beras sekitar 1 juta ton . Sementara mayoritas produksi tetap difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Bulog mengelola 3,25 juta ton stok cadangan beras pemerintah hingga awal Januari 2026.

2. Perkuat strategi pengadaan CBP 4 juta ton

Gudang beras bulog di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Gudang beras bulog di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Rizal menegaskan, penguatan strategi pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton sebagai prioritas Utama untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto.

Dia menjelaskan, penyerapan cadangan beras pemerintah ditargetkan sebesar 4 juta ton pada 2026. Volume ini meningkat dari realisasi 2025 sebanyak 3 juta ton.

"Tahun 2025 adalah 3 juta ton, sekarang di tahun 2026, 4 juta ton. Oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin, secepatnya agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah," tuturnya.

Rizal menyatakan, pihaknya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan yang mendapat apresiasi seluruh pemangku kepentingan.

3. Strategi yang dilakukan Bulog

Ilustrasi Gedung Bulog (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi Gedung Bulog (IDN Times/Sunariyah)

Rizal mengungkapkan, strategi utama yang ditekankan Bulog adalah kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, swasta, serta petani sebagai kunci keberhasilan swasembada pangan.

"Bulog itu bekerja tidak sendiri, tapi dibantu oleh seluruh stakeholder pemerintah maupun swasta dan bahkan para petani yang ada di lapangan di seluruh tanah air," ucap Rizal.

Selain kolaborasi, Bulog mengedepankan kerja bersama TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) guna mendukung penyerapan pangan dan distribusi logistik yang berkelanjutan.

"Karena tanpa tiga ini (TNI-Polri, PPL), teman-teman yang di lapangan untuk menyerap ini agak kesulitan, sehingga dengan peran tiga institusi inilah yang akan luar biasa mendukung kami untuk proses penyerapan 4 juta ton tersebut," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Working Capital: Pengertian, Jenis, dan Cara Meningkatkannya

11 Jan 2026, 23:29 WIBBusiness