Ketika kondisi ekonomi terasa tidak menentu, sebagian orang memilih memperketat pengeluaran dan menambah simpanan. Namun, ada pula yang justru lebih sering berbelanja meski menyadari kondisi keuangannya sedang tidak ideal. Kebiasaan tersebut bisa muncul ketika seseorang menggunakan aktivitas belanja untuk meredakan kecemasan, stres, kebosanan, atau kekhawatiran terhadap masa depan.
Fenomena ini dikenal dengan istilah doom spending, yakni perilaku membelanjakan uang secara impulsif sebagai respons terhadap perasaan negatif mengenai kondisi saat ini atau masa depan. Masalahnya, rasa lega yang muncul setelah berbelanja biasanya hanya bertahan sebentar dan dapat digantikan oleh penyesalan ketika kondisi keuangan kembali disadari. Lantas, mengapa doom spending begitu mudah terjadi dan apa saja tanda yang perlu kamu waspadai?
