- PT Pojok Celebes Mandiri (Pointer by Telkom Indonesia)
- Sigma AIT Sdn Bhd (Bhd)
- Telin Australia
- PT Napsindo Primatel International
- PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
- PT Alam Pesona Wisata
- PT Citra Sari Makmur (CSM)
- PT Media Nusantara Data Global (MNDG).
Bertambah 2, Telkom Indonesia Tutup 8 Anak Usaha!

- Hingga akhir semester I-2026, Telkom Indonesia telah melikuidasi delapan anak usaha, bertambah dua dari pengumuman sebelumnya yang mencatat enam penutupan.
- Selain likuidasi, Telkom mendivestasi AdMedika dan Telkomedika dengan keuntungan pajak Rp429 miliar, serta melebur PST dan UMT ke Mitratel.
- Telkom berencana memangkas 34 anak usaha dari total 67 entitas melalui streamlining untuk efisiensi operasional dan fokus pada bisnis telekomunikasi serta digital.
Jakarta, IDN Times - Hingga akhir semester I-2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah melakukan likuidasi atau penutupan delapan anak usahanya.
Angka tersebut bertambah dari data terakhir yang disampaikan manajemen. Sebelumnya, manajemen mengumumkan ada enam anak usaha yang ditutup.
1. Daftar 8 anak usaha Telkom Indonesia yang ditutup

Sebelumnya, Telkom Indonesia telah membeberkan penutupan enam anak usahanya, yakni PT Pojok Celebes Mandiri (Pointer by Telkom Indonesia), Sigma AIT Sdn Bhd (Bhd), PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE), PT Alam Pesona Wisata, PT Citra Sari Makmur (CSM), dan PT Media Nusantara Data Global (MNDG).
Data terkini yang diterima IDN Times, Minggu (9/8/2026), Telkom juga telah menutup dua anak usaha lainnya, yakni Telin Australia dan PT Napsindo Primatel International.
Dengan demikian, berikut daftar delapan anak usaha Telkom yang telah ditutup:
2. Telkom divestasi 2 anak usaha dan merger 2 anak usaha ke Mitratel

Selain likuidasi, Telkom juga telah melakukan divestasi AdMedika dan Telkomedika. Aksi itu menghasilkan keuntungan pajak terhadap perusahaan senilai Rp429 miliar.
Perusahaan juga melakukan merger dua entitas bisnisnya, yaitu PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT).
Kedua perusahaan itu 100 persen sahamnya dimiliki oleh anak usaha langsung Telkom Indonesia, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Dengan aksi korporasi itu, PST dan UMT dilebur ke MTEL.
Adapun merger dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan usaha yang telah berjalan, menyederhanakan struktur grup, meningkatkan efektivitas pengelolaan operasional, serta memperkuat posisi MTEL sebagai platform infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi.
3. Telkom bakal pangkas 34 anak usaha

Telkom Indonesia juga tengah melakukan perampingan atau streamlining jumlah anak usaha. Terbaru, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengumumkan Telkom akan memangkas 34 anak usaha.
Saat ini, Telkom mengelola 67 entitas yang terdiri atas 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas.
VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko mengatakan streamlining merupakan bagian dari strategi transformasi TLKM 30 sebagai upaya penataan portofolio non-core business.
“Guna meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat fokus Perseroan pada pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital,” kata Andri dalam keterangan yang diterima IDN Times.
Adapun divestasi, merger, dan likuidasi merupakan bagian dari proses streamlining tersebut.
“Rincian skema dan jumlah entitas yang akan diproses melalui masing-masing mekanisme masih dalam proses finalisasi dan akan disampaikan pada waktunya sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Andri.




















