Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)
BPS mencatat nilai ekspor Juni 2026 mencapai 25,46 miliar dolar AS, naik 8,84 persen dibandingkan Juni 2025. Kenaikan ekspor terutama ditopang oleh peningkatan ekspor nonmigas.
Nilai ekspor nonmigas pada Juni 2026 mencapai 24,39 miliar dolar AS, naik 9,46 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 22,28 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai ekspor migas tercatat 0,76 miliar dolar AS, turun 31,76 persen dari 1,11 miliar dolar AS pada Juni 2025.
"Peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh komoditas nikel dan barang darinya (HS75), lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15), serta bahan bakar mineral (HS27)," ujar Ateng.
Secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS, naik 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 135,23 miliar dolar AS.
"Secara kumulatif, nilai ekspor meningkat 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Ateng.
Sepanjang Januari–Juni 2026, nilai ekspor migas turun 10,11 persen menjadi 6,23 miliar dolar AS dari 6,93 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, nilai ekspor nonmigas pada Januari–Juni 2026 naik 4,90 persen menjadi 134,58 miliar dolar AS dari 128,29 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya 1
Sementara itu, nilai impor mencapai 25,91 miliar dolar AS, atau melonjak 34,27 persen secara tahunan. Lonjakan impor tersebut menyebabkan neraca perdagangan kembali berada di zona defisit.