Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 22 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan kemarin yang melemah di level Rp17.753 per dolar AS.
Rupiah Menguat ke Rp17.731 per Dolar, Imbas Harga Minyak Dunia Turun

- Rupiah dibuka menguat 22 poin atau 0,12 persen ke Rp17.731 per dolar AS pada Jumat pagi, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.753.
- Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang naik, termasuk ringgit Malaysia, peso Filipina, yuan China, rupee India, dan baht Thailand.
- Turunnya harga minyak Brent dan WTI, disertai pelemahan indeks dolar serta imbal hasil obligasi AS, menjadi katalis; rupiah diperkirakan bergerak di Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada Jumat (18/9/2026) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp17.731 per dolar Amerika Serikat (AS).
1. Sejumlah mata uang di Asia menguat
Mayoritas mata uang di Asia terpantau menguat, dengan rincian sebagai berikut:
- Bath Thailand menguat 0,02 persen
- Ringgit Malaysia menguat 0,48 persen
- Yuan China menguat 0,09 persen
- Rupee India menguat 0,02 persen
- Pesso Filipina menguat 0,18 persen
2. Alasan rupiah diprediksi menguat sore ini
Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang Garuda.
Ia menjelaskan, harga minyak dunia yang mulai turun seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman.
3. Kondisi eksternal dukung penguatan rupiah
Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul harapan Arab Saudi dapat memulihkan sekitar setengah dari pasokan minyak yang terdampak dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Harga minyak Brent tercatat turun 2,7 persen menjadi 105,83 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 3,2 persen menjadi 102,43 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu (16/9/2026).
Menurut Lukman, penurunan harga minyak tersebut juga diikuti pelemahan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini dapat memberikan tambahan katalis bagi rupiah.
"Penurunan harga minyak juga menekan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Dengan demikian, untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS," tegasnya.













![[QUIZ] Pilih Ide Bisnis, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20240219/pexels-startup-stock-photos-7103-a56a4ee6b878557b98051ffe7f93ee25-bae414e6e8f3154ea4ce8f51e23c7387.jpg)







