Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Rapat Bareng Gibran, Bahas Stok BBM hingga RUU Migas

2 min read
Prabowo Rapat Bareng Gibran, Bahas Stok BBM hingga RUU Migas
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Prabowo Subianto memimpin Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional pertama pada 2026 bersama Gibran Rakabuming Raka dan anggota DEN.
  • Cadangan BBM nasional dilaporkan berada di kisaran 18-20 hari dan menurut Bahlil Lahadalia masih aman.
  • Pemerintah membicarakan pengembangan E50, eksplorasi minyak, pengelolaan sumur rakyat, serta penguatan lembaga terkait RUU Migas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka serta seluruh anggota DEN.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sidang tersebut merupakan sidang paripurna pertama DEN pada 2026. Selain Presiden sebagai Ketua DEN dan Wapres sebagai Wakil Ketua DEN, rapat dihadiri anggota DEN dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan.

"Kami baru selesai melaksanakan Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional pertama di 2026 yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Prabowo sebagai Ketua DEN dan kemudian yang ikut hadir Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai Wakil Ketua DEN," kata Bahlil kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

  1. 1. Stok BBM nasional 18-20 hari

    upload_65bb057bf7752002b6640bd9d909b97e_3a02cefb-76c1-4240-8f3d-896c9da98364.jpg
    ilustrasi distribusi BBM oleh Pertamina. (dok. IDN Times)

    Bahlil mengatakan pemerintah membahas kondisi geopolitik dan ketersediaan energi nasional. Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan mengenai stok atau cadangan BBM nasional yang berada pada kisaran 18-20 hari. Menurut Bahlil, kondisi stok BBM nasional saat ini masih aman.

    "Saya sampaikan bahwa dalam rapat tadi juga kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden bahwa ketersediaan stok BBM kita, cadangan nasional kita, berada di angka 18 sampai 20 hari. Jadi masih Alhamdulillah clear," ujar dia.

  2. 2. Bahas persiapan menuju E50

    ilustrasi etanol (pexels.com/ThamKC)
    ilustrasi etanol (pexels.com/ThamKC)

    Pemerintah juga membahas pengembangan bahan bakar nabati dengan merujuk pada pelaksanaan B50. Bahlil mengatakan B50 dinilai dapat mengurangi kebutuhan impor solar. Dari pelaksanaan tersebut, Prabowo meminta pemerintah segera menyusun langkah untuk mengembangkan E50.

    "Nah belajar berangkat dari (B50) ini, Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50," ujar Bahlil.

  3. 3. Eksplorasi minyak hingga sumur rakyat

    Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)
    Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

    Prabowo juga mengarahkan jajarannya untuk meningkatkan eksplorasi pada cekungan dan blok minyak. Pemerintah juga akan mengoptimalkan sumur yang sudah ada, termasuk sumur tua, dengan penggunaan teknologi.

    "Sumur-sumur tua kita akan diintervensi dengan teknologi," kata mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

    Selain itu, pemerintah diminta memantau pengelolaan sekitar 45 ribu sumur rakyat. Bahlil mengatakan pengelolaan sumur tersebut harus dilakukan secara profesional dan tidak boleh terjadi pelanggaran, termasuk menjual hasilnya ke tempat lain.

  4. 4. RUU Migas dan lembaga di bawah Presiden

    Ilustrasi Undang-Undang (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Undang-Undang (IDN Times/Arief Rahmat)

    Pembahasan lain berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas. Bahlil mengatakan Dewan Energi Nasional melaporkan rencana penguatan lembaga yang akan berada langsung di bawah Presiden.

    "Kami sebagai menteri teknis akan menjalankan apa yang diperintahkan oleh arahan Bapak Presiden," ujar Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar itu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More