Jakarta, IDN Times - Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin memperkirakan pelemahan rupiah ke arah Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) semakin dekat.
Hal itu disampaikan Wijayanto kepada IDN Times, menanggapi kondisi pelemahan rupiah yang saat ini sempat menyentuh level Rp17.800-an.
"Kalau melihat trennya, 18.000 akan terjadi dalam waktu dekat. Permasalahannya adalah trust kepada pemerintah yang terus merosot. Pemerintah dinilai belum mempunyai sense of crisis dan masih dalam situasi denial," ujar Wijayanto, Selasa (26/5/2026).
