Ekonomi Kuartal II-2026 Diprediksi Tumbuh 5,3 Persen

- Bank Danamon memproyeksikan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 tumbuh 5,2–5,3 persen secara tahunan, melambat dari pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal sebelumnya.
- Pertumbuhan diperkirakan ditopang belanja pemerintah yang naik 20 persen, kenaikan harga batu bara, konsumsi masyarakat, serta investasi kuartal II senilai Rp511,8 triliun.
- CORE Indonesia memperkirakan pertumbuhan lebih rendah, yakni 4,8–4,9 persen pada kuartal II-2026, dan mempertahankan proyeksi pertumbuhan tahunan 4,9–5,1 persen.
Jakarta, IDN Times - Bank Danamon memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 masih akan tumbuh di atas 5 persen secara tahunan (year on year/yoy). Namun angkanya melambat dibanding kuartal sebelumnya yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen.
"Pertumbuhan ekonomi proyeksi 5,2 sampai 5,3 persen di kuartal II (2026)," kata Ekonom dari Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, belum lama ini.
1. Penopang pertumbuhan ekonomi

Perempuan yang akrab disapa Anna itu mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini ditopang dari belanja pemerintah yang tumbuh 20 persen secara tahunan meski ada inflasi dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Selain itu, juga ditopang naiknya harga komoditas seperti batu bara pada Mei 2026. Kenaikan tersebut didukung meningkatnya konsumsi masyarakat.
"Batu bara di Mei relatif naik dan kalau komoditas baik, harusnya konsumsi masyarakat baik di tengah kondisi nilai tukar dan PMI manufaktur yang terkontraksi," tutur Anna.
2. Juga didukung realisasi investasi

Realisasi investasi pada kuartal II tahun ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama. Adapun realisasi investasi pada kuartal II tercatat sebesar Rp511,8 triliun atau sekitar 25 persen dari target nasional tahun ini.
Dengan tambahan investasi pada kuartal II, total realisasi investasi sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.001 triliun. Realisasi tersebut nyaris 49 persen dari target sepanjang 2026.
3. CORE Prediksi ekonomi kuartal II di bawah 5 persen

Sementara itu, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 berada di kisaran 4,8 persen hingga 4,9 persen. Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
"Hitung-hitungan kami memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 berada di kisaran 4,8 persen sampai 4,9 persen," ujar Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Moneter CORE Indonesia A. Akbar Susamto, Jumat (31/7/2026).
CORE Indonesia masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Proyeksi tersebut tidak berubah dari perkiraan yang telah disampaikan dalam Economic Outlook tahun lalu.



















