Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekspor Minyak Nigeria Tergerus imbas Perjanjian Energi AS-Korsel

ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/mantasos)
ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/mantasos)
Intinya sih...
  • Nigeria kehilangan pasar paling stabil di Asia
  • NNPC sebut pencuri minyak berhasil diberantas
  • Produksi minyak mentah Nigeria tembus 1,8 juta barel per hari
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ekspor minyak mentah dari Nigeria ke Asia semakin tergerus setelah Korea Selatan (Korsel) berkomitmen membeli minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) senilai 100 miliar dolar AS (Rp1.633 triliun) dalam 4 tahun ke depan. 

Persetujuan itu dilakukan setelah Presiden Korsel, Lee Jae-myung berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Hasilnya, kedua negara juga sepakat meningkatkan hubungan perdagangan di berbagai sektor. 

1. Nigeria kehilangan pasar paling stabil di Asia

Bendera Nigeria. (unsplash.com/emmages)
Bendera Nigeria. (unsplash.com/emmages)

Pakar energi di Nigeria mengungkapkan bahwa perjanjian energi antara AS dan Korsel ini telah membuat pasar ekspor minyak mentah Nigeria tergerus. Padahal, Korsel merupakan pasar paling stabil bagi Nigeria di Asia. 

“Kesepakatan Korsel dan AS ini adalah sebuah sinyal bahaya bagi Nigeria. Pembeli utama kami di Asia mulai mendiversifikasi pemasok yang lebih murah dan lebih konsisten dalam memberikan suplai. Sementara produksi minyak Nigeria diterpa masalah vandalisme pipa, pencurian, dan kurangnya investasi,” ujarnya, dikutip dari Business Insider Africa, Kamis (28/8/2025). 

Sementara, Nigeria sebagai salah satu penghasil minyak terbesar di dunia telah mengalami masalah produksi dan kesulitan memenuhi kuota produksi OPEC. Masalah utamanya adalah keamanan dan kurangnya infrastruktur modern. 

Sebagai informasi, selain Korsel, pasar ekspor terbesar minyak mentah asal Nigeria di Asia adalah India dan Indonesia. 

2. NNPC sebut pencuri minyak berhasil diberantas

Infrastruktur pengeboran minyak di Norwegia. (pexels.com/jan-rune-smenes-reite)
Infrastruktur pengeboran minyak di Norwegia. (pexels.com/jan-rune-smenes-reite)

Perusahaan minyak milik negara, NNPC mengatakan bahwa hampir seluruh pencuri minyak di Nigeria berhasil diringkus. Keberhasilan ini diklaim atas kerja sama antara petugas pertahanan dan intelijen di Nigeria. 

“Hari ini, saya dengan bangga melaporkan bahwa pipa kami dan terminal penampung sudah menerima 100 persen minyak,” ungkap Kepala Eksekutif NNPC, Bashir Bayo Ojulari, dikutip dari TRT Global.

Menurutnya, situasi keamanan di Delta Niger sudah membaik dalam beberapa pekan terakhir. Delta Niger sangat penting bagi Nigeria karena mayoritas fasilitas minyak berada di area tersebut. 

3. Produksi minyak mentah Nigeria tembus 1,8 juta barel per hari

ilustrasi fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (unsplash.com/zacharytheodore)
ilustrasi fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (unsplash.com/zacharytheodore)

Pada Juli, produksi minyak mentah Nigeria berhasil menembus rekor baru sebesar 1,8 juta barel per hari. Sementara, rata-rata produksi minyak mencapai 1,78 juta barel per hari pada bulan lalu. 

Pada 2005, produksi minyak di Nigeria berhasil menembus 2,5 juta barel per hari. Namun, masalah keamanan di Delta Niger sejak 2016 membuat produksi minyak di Nigeria hanya berkisar 1 juta barel per hari. 

Negara Afrika Barat ini menjadi salah satu produsen minyak terbesar di Afrika dan dunia. Mayoritas pendapatan negara dan lebih dari 80 persen devisa luar negeri Nigeria berasal minyak untuk menstabilkan ekonominya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us