Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Elon Musk Dukung Rencana Penggabungan Bisnis Tesla dan SpaceX
Elon Musk (Steve Jurvetson, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Elon Musk mendukung penjajakan penggabungan SpaceX dan Tesla; komite independen telah dibentuk, tetapi belum ada kesepakatan transaksi dan persetujuan minimal 50 persen pemegang saham Tesla diperlukan.

  • SpaceX membukukan pendapatan 14,58 miliar dolar AS, naik 161 persen tahunan dan melampaui proyeksi analis, didorong Starlink serta AI; laba bersih mencapai 4,4 miliar dolar AS.

  • Laporan positif SpaceX muncul di tengah tuduhan pembatasan StarShield di Ukraina yang dibantah Musk dan Gedung Putih, serta sorotan atas pengeluaran politik Musk senilai 366 juta dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Orang terkaya di dunia, Elon Musk, menyatakan dukungannya untuk menggabungkan perusahaan kedirgantaraan dan kecerdasan buatan miliknya, SpaceX, dengan produsen kendaraan listrik Tesla. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Musk saat SpaceX merilis laporan pendapatan publik keduanya pada Selasa (20/10/2026).

Musk mengungkapkan bahwa kedua perusahaan telah membentuk komite khusus guna menjajaki potensi penggabungan tersebut atas permintaan para pemegang saham. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai syarat maupun ketentuan transaksi yang dicapai.

1. Pembentukan komite khusus dan syarat persetujuan pemegang saham

ilustrasi logo Tesla (unsplash.com/Prometheus 🔥)

Saat menyampaikan laporan pendapatan dari pabrik Starlink di Texas, Amerika Serikat, bersama Presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan CFO Bret Johnsen, Musk menjelaskan bahwa komite tersebut beranggotakan para direktur independen, Musk memaparkan susunan komite tersebut. "Kedua belah pihak, SpaceX dan Tesla, telah membentuk komite khusus untuk membahas gagasan ini atas permintaan pemegang saham dan komite khusus ini terdiri dari direktur independen," kata Musk seperti dilansir The Guardian.

Musk menegaskan dirinya tidak dapat terlibat langsung dalam diskusi tersebut demi menghindari konflik kepentingan. "Karena saya pihak yang berkonflik kepentingan, saya sebenarnya tidak bisa berada dalam diskusi komite khusus," ujar dia. Di sisi lain, realisasi penggabungan kedua entitas ini nantinya tetap membutuhkan persetujuan dari sedikitnya 50 persen seluruh pemegang saham Tesla.

Kendati mendukung rencana tersebut, Musk mengingatkan bahwa penyatuan dua raksasa teknologi ini belum dapat dipastikan karena masih banyak tantangan yang harus dilewati. "Menurut saya beberapa orang di luar sana berasumsi bahwa merger SpaceX dan Tesla adalah sebuah kepastian dan menurut saya itu berlebihan," tutur Musk sembari menambahkan, "saya memang berpikir ada banyak manfaat dari menggabungkan perusahaan-perusahaan ini."

2. Pendapatan SpaceX melampaui proyeksi analis

kantor SpaceX (unsplash.com/Sven Piper)

SpaceX mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 161 persen secara tahunan yang ditopang oleh kinerja segmen Starlink dan kecerdasan buatan (AI). Kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi para analis ini membukukan pendapatan sebesar 14,58 miliar dolar AS atau setara Rp276,54 triliun (kurs Rp17.967), berada di atas proyeksi awal sebesar 12,72 miliar dolar AS atau setara Rp241,26 triliun.

DSpaceX turut melaporkan perolehan laba per saham sebesar 35 sen dolar AS atau setara Rp6.638 serta laba bersih mencapai 4,4 miliar dolar AS atau setara Rp83,45 triliun. Saham SpaceX yang mengawali hari perdagangan dengan penurunan sekitar delapan persen sepanjang tahun langsung melonjak dua persen dalam perdagangan setelah jam kerja segera setelah laporan dipublikasikan.

Musk secara khusus menyoroti lini bisnis kecerdasan buatan perusahaannya, Super Intelligence, yang berhasil meraup pendapatan sebesar 7,6 miliar dolar AS atau setara Rp144,15 triliun. Performa unit ini tercatat melampaui pendapatan lini bisnis Konektivitas SpaceX yang menaungi penyediaan layanan internet.

3. Tuduhan gangguan StarShield dan aktivitas politik Musk

Elon Musk (Daniel Oberhaus, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Laporan keuangan positif ini dirilis di tengah ketegangan geopolitik setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada pekan lalu menuduh SpaceX membatasi akses ke StarShield, yakni layanan internet Starlink tingkat militer. Gangguan pada layanan StarShield tersebut diduga menyebabkan beberapa misi tempur Ukraina gagal dan membuat negara itu lebih rentan terhadap serangan pesawat nirawak Rusia. Menanggapi tuduhan tersebut, Musk membantah bertanggung jawab dan menegaskan bahwa StarShield dikendalikan oleh pemerintah Amerika Serikat, sementara Gedung Putih juga membantah telah melumpuhkan layanan itu.

Sesaat sebelum panggilan pendapatan pada Selasa, surat kabar The Wall Street Journal melaporkan bahwa Musk secara pribadi memerintahkan pembatasan kecepatan StarShield dengan mengutip para pejabat AS dan sumber anonim yang memahami persoalan tersebut. Di kancah politik dalam negeri, Musk tercatat telah menyumbangkan 366 juta dolar AS atau setara Rp6,94 triliun dalam pengeluaran politik siklus pemilu ini untuk mendanai Super PAC yang berafiliasi dengan Partai Republik. Pada awal bulan ini, dia juga telah sepakat untuk ikut memimpin proyek Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengenai masa depan peperangan.

Musk baru-baru ini juga berjanji akan membagikan satu lembar saham SpaceX miliknya kepada setiap anak di Amerika Serikat pada tahun depan melalui 'akun Trump', program inisiatif tabungan anak yang digagas oleh presiden. Melalui unggahan di media sosial X miliknya, Musk menulis, "Memberikan saham, yang merupakan kepemilikan dalam ekonomi masa depan, secara langsung kepada rakyat adalah caranya." Di sisi lain, Tesla dijadwalkan akan merilis laporan pendapatan terbarunya pekan ini yang disampaikan langsung oleh Musk pada Rabu (21/10/2026), setelah sahamnya sempat terdongkrak oleh peluncuran mobil sport listrik Tesla Roadster 2.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article