Dunia bisnis kembali mencatat sejarah baru setelah Elon Musk resmi menjadi orang pertama yang mencapai status triliuner. Pencapaian tersebut terjadi setelah IPO SpaceX yang sangat dinantikan pasar sukses mendorong valuasi perusahaan ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lonjakan nilai SpaceX tidak hanya memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, tetapi juga mengangkat kekayaan Musk ke angka yang sebelumnya sulit dibayangkan. Namun di balik pencapaian spektakuler tersebut, terdapat ironi yang menarik perhatian banyak pihak.
Di saat dirinya mencatatkan rekor sebagai individu terkaya dalam sejarah modern, Musk justru terus menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Amerika Serikat (AS). Menurutnya, utang nasional yang terus membengkak dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan ekonomi negara tersebut jika tidak diatasi dengan solusi yang tepat.
"Saya sangat yakin bahwa negara ini akan bangkrut dan mengalami kegagalan jika tidak ada AI dan robot. Tidak ada solusi lain yang mampu mengatasi utang nasional," kata dia, dikutip dari Yahoo Finance.
"
