Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Emas Catat Kenaikan 4 Bulan, Dekati Rekor Jelang Potong Suku Bunga

Emas Catat Kenaikan 4 Bulan, Dekati Rekor Jelang Potong Suku Bunga
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
Intinya sih...
  • Emas mendekati rekor tertinggi setelah reli panjang
  • Pernyataan Trump dinilai dorong tekanan inflasi
  • Analis tetap optimistis, proyeksi harga terus naik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Harga emas kembali menguat dan membukukan kenaikan selama empat bulan berturut-turut. Logam mulia tersebut ditutup mendekati 4.240 dolar AS per ons pada Jumat (28/11/2025).

Komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat telah memperbesar peluang pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin bulan depan. Penurunan suku bunga membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.

1. Emas hampir kembali ke rekor setelah reli panjang

Emas Catat Kenaikan 4 Bulan, Dekati Rekor Jelang Potong Suku Bunga
ilustrasi emas (unsplash.com/Jingming Pan)

Harga emas sempat menyentuh rekor 4.336 dolar AS per ons pada 20 Oktober, sebelum turun sekitar 10 persen pada pekan pertama November. Meski demikian, sepanjang tahun ini, emas sudah melonjak lebih dari 60 persen.

Pelemahan dolar AS serta ekspektasi belanja fiskal yang berlanjut dan kebijakan pemerintah yang disebut sebagai “run-it-hot” hingga 2026 diperkirakan ikut menopang harga emas ke depan.

“Kita memiliki defisit yang sangat besar … kita juga memiliki jumlah belanja pemerintah yang sangat besar, dan di atas itu, kita memiliki jumlah pembelian bank sentral yang sangat besar,” ujar Chief Strategist Marketgauge.com, Michele Schneider, dilansir Yahoo Finance.

2. Pernyataan Trump dinilai dorong tekanan inflasi

Emas Catat Kenaikan 4 Bulan, Dekati Rekor Jelang Potong Suku Bunga
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di sebuah rapat umum di Desert Diamond Arena di Glendale, Arizona pada 23 Agustus 2024. (Gage Skidmore from Surprise, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Dalam perayaan Thanksgiving, Presiden Donald Trump kembali menyinggung rencananya untuk menghapus pajak penghasilan, yang menurutnya bisa ditutup melalui pendapatan tarif.

“Dalam beberapa tahun ke depan, saya pikir kita akan memangkas secara signifikan, dan mungkin menghapus sepenuhnya … pajak penghasilan… Kita bisa hampir sepenuhnya menghapusnya karena uang yang kita terima akan sangat besar,” kata Trump.

Awal bulan ini, ia juga melontarkan ide soal tarif dividen setidaknya 2.000 dolar AS bagi masyarakat berpenghasilan non-tinggi. Schneider menilai, kebijakan tersebut dapat memicu inflasi.

“Semua pembicaraan ini sangat inflasioner, dan itulah yang benar-benar direspons emas. Saya pikir 4.700 dolar AS akan menjadi target berikutnya yang baik,” ujarnya, merujuk pada proyeksi harga emas 2026.

3. Analis tetap optimistis, proyeksi harga terus naik

Emas Catat Kenaikan 4 Bulan, Dekati Rekor Jelang Potong Suku Bunga
Papan jalan Wall Street (unsplash.com/Sophie Backes)

Meski emas sempat mengalami aksi jual terbesar dalam lebih dari satu dekade, sejumlah analis Wall Street masih melihat prospek positif. Emas berada di jalur menuju performa terbaiknya sejak 1979, didorong oleh pembelian bank sentral serta meningkatnya arus masuk ke produk ETF.

“Kami masih memperkirakan pembelian bank sentral yang berlanjut, bersama arus investor swasta di bawah pelonggaran The Fed, akan mendorong harga emas ke 4.900 dolar AS pada akhir 2026, dengan potensi kenaikan signifikan jika tema diversifikasi investor swasta mendapat lebih banyak momentum,” tulis analis Goldman Sachs.

UBS juga menaikkan target harga emas menjadi 4.500 dolar AS per ons pada pertengahan 2026. Mereka menulis, “Pandangan kami terhadap emas tetap bullish… Kami menilai peran emas sebagai diversifikasi portofolio dan lindung nilai geopolitik tidak berkurang.”

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Emas Catat Kenaikan 4 Bulan, Dekati Rekor Jelang Potong Suku Bunga

29 Nov 2025, 15:08 WIBBusiness