Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejarah Belanja Online dan Pengaruh Besarnya pada Dunia Keuangan

Sejarah Belanja Online dan Pengaruh Besarnya pada Dunia Keuangan
ilustrasi checkout, belanja online (freepik.com/rawpixel.com)
Intinya Sih
  • Belanja online bermula dari eksperimen teknologi sederhana pada 1980-an, yang kemudian berkembang menjadi fondasi awal e-commerce modern berkat inovasi jaringan komputer tertutup.
  • Pertumbuhan pesat terjadi sejak 1990-an dengan lahirnya platform seperti Amazon dan eBay, menandai era baru perdagangan global berbasis internet dan transaksi digital aman.
  • Pandemi Covid-19 mempercepat adopsi belanja online secara masif, mendorong bisnis beralih ke layanan digital serta memicu perkembangan pesat sistem pembayaran dan keuangan digital dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belanja online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap orang pernah membeli sesuatu hanya dengan beberapa klik dari ponsel atau laptop. Kemudahan ini membuat banyak orang semakin sering mengandalkan internet untuk memenuhi kebutuhan.

Padahal beberapa dekade lalu, konsep belanja lewat internet masih terasa asing. Internet sendiri belum digunakan secara luas seperti sekarang. Sebagian besar orang masih mengandalkan toko fisik untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. Proses belanja juga membutuhkan waktu karena kamu harus datang langsung ke toko.

Perjalanan belanja online ternyata cukup panjang sebelum akhirnya menjadi kebiasaan seperti saat ini. Teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta perkembangan dunia bisnis ikut berperan besar dalam transformasi tersebut. Perubahan ini juga membawa dampak besar pada sistem keuangan global. Sistem pembayaran digital dan transaksi online berkembang pesat mengikuti tren ini.

Supaya kamu lebih memahami bagaimana semuanya berkembang, menarik untuk melihat sejarahnya dari awal. Dari percobaan teknologi sederhana hingga menjadi industri bernilai triliunan dolar. Perubahan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi mampu mengubah kebiasaan manusia dalam waktu relatif singkat.

1. Awal mula belanja online dari teknologi sederhana

ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari
ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari (pexels.com/Kampus Production)

Dilansir BBC, konsep belanja online sebenarnya sudah muncul jauh sebelum internet digunakan secara luas. Pada tahun 1984, seorang nenek berusia 72 tahun bernama Jane Snowball melakukan pemesanan bahan makanan dari rumahnya di Gateshead, Inggris. Ia menggunakan sistem bernama Videotex yang memungkinkan televisi berfungsi seperti terminal komputer sederhana. Cara ini memungkinkan pelanggan membuat daftar belanja tanpa harus datang ke toko.

Teknologi tersebut dikembangkan oleh penemu asal Inggris bernama Michael Aldrich. Aldrich mengubah televisi menjadi perangkat yang bisa menampilkan daftar belanja, lalu pesanan itu diteruskan ke toko melalui jaringan komputer tertutup. Barang yang dipesan kemudian dikirim langsung ke rumah pelanggan. Sistem ini awalnya dirancang sebagai layanan sosial untuk membantu lansia atau orang yang kesulitan berbelanja.

Jonathan Reynolds, profesor pemasaran ritel sekaligus wakil dekan di Saïd Business School, University of Oxford, menjelaskan bahwa teknologi tersebut sebenarnya mendahului internet publik. Menurutnya, sistem itu bergantung pada jaringan komputer tertutup yang menghubungkan pengguna dengan toko. Konsep ini menjadi fondasi awal dari sistem e-commerce modern. Eksperimen sederhana tersebut akhirnya membuka jalan bagi industri belanja online yang berkembang pesat di masa depan.

2. Kemunculan transaksi digital pertama di internet

ilustrasi Pizza Hut
ilustrasi Pizza Hut (unsplash.com/Joshua Hoehne)

Perkembangan berikutnya terjadi pada pertengahan 1990-an ketika internet mulai masuk ke rumah-rumah masyarakat. Salah satu momen penting terjadi pada tahun 1994 ketika seorang ahli komputer muda bernama Daniel M. Kohn mendirikan platform bernama NetMarket. Platform tersebut memungkinkan orang membeli produk melalui internet dengan sistem transaksi digital yang aman. Keamanan transaksi menjadi faktor penting agar konsumen mau berbelanja secara online.

Transaksi pertama yang tercatat dalam sejarah belanja online adalah pembelian CD musik milik penyanyi Sting seharga 12,48 dolar AS. Pembelian tersebut menjadi tonggak penting karena menunjukkan bahwa internet dapat digunakan sebagai sarana perdagangan yang nyata. Peristiwa ini juga membuktikan bahwa sistem pembayaran digital dapat berjalan dengan aman. Sejak saat itu banyak pengusaha mulai melihat potensi bisnis internet.

Pada tahun yang sama, restoran Pizza Hut juga mulai bereksperimen dengan layanan pemesanan pizza melalui situs web bernama PizzaNet. Tampilan situsnya sangat sederhana dan hanya berisi formulir alamat serta nomor telepon pelanggan. Meski begitu, inovasi tersebut menunjukkan potensi besar internet sebagai media jual beli. Banyak perusahaan kemudian mulai mencoba strategi bisnis berbasis internet.

3. Lahirnya raksasa e-commerce dunia

ilustrasi Amazon marketplace
ilustrasi Amazon marketplace (pexels.com/Sagar Soneji)

Pertengahan hingga akhir 1990-an menjadi masa penting bagi pertumbuhan industri belanja online. Beberapa perusahaan yang kini menjadi raksasa e-commerce lahir pada periode ini. Amazon mulai beroperasi pada tahun 1994 dengan fokus awal menjual buku secara online. Model bisnis ini kemudian berkembang menjadi marketplace raksasa dengan berbagai kategori produk.

Setahun kemudian, eBay muncul sebagai platform lelang online yang memungkinkan pengguna menjual berbagai barang kepada pembeli di seluruh dunia. Beberapa tahun berikutnya, perusahaan lain seperti Rakuten di Jepang serta Alibaba di China juga mulai berkembang. Kehadiran berbagai perusahaan ini memperluas pilihan produk bagi konsumen. Industri e-commerce global pun mulai terbentuk secara serius.

Menurut Thomaï Serdari, adjunct professor di Stern School of Business, New York University, globalisasi pada pertengahan 1990-an turut mempercepat perkembangan e-commerce. Dunia yang semakin terhubung memungkinkan produksi barang meningkat dalam berbagai tingkat harga. Konsumen akhirnya memiliki lebih banyak pilihan untuk mencari produk dengan kualitas dan harga sesuai kebutuhan. Internet juga membantu orang membandingkan berbagai produk dengan mudah.

4. Perubahan perilaku konsumen di era smartphone

ilustrasi smartphone (unsplash.com/camilo jimenez)
ilustrasi smartphone (unsplash.com/camilo jimenez)

Perkembangan teknologi ponsel pintar menjadi salah satu faktor terbesar yang membuat belanja online semakin populer. Sekitar tahun 2017, penggunaan smartphone di dunia mencapai sekitar 80 persen populasi global. Kondisi ini membuat akses ke platform belanja online menjadi jauh lebih mudah. Konsumen bisa berbelanja kapan saja tanpa harus menggunakan komputer.

Data dari Pew Research Center menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh orang di Amerika Serikat pernah membeli barang secara online menggunakan komputer atau ponsel pada tahun tersebut. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2000 ketika hanya sekitar 22 persen masyarakat yang melakukan pembelian online. Perubahan ini menggambarkan bagaimana teknologi memengaruhi perilaku belanja masyarakat. Internet akhirnya menjadi salah satu sarana utama dalam aktivitas konsumsi.

Kemudahan akses membuat belanja online berubah dari sekadar tren menjadi kebiasaan sehari-hari. Banyak orang bahkan berbelanja online sesering mereka melakukan aktivitas rutin lainnya. Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam perilaku konsumen modern. Kebiasaan baru tersebut ikut memengaruhi berbagai sektor bisnis.

5. Lonjakan besar saat pandemi dan dampaknya pada keuangan

ilustrasi pandemi COVID-19
ilustrasi pandemi COVID-19 (pexels.com/adrian vieriu)

Peristiwa pandemi Covid-19 menjadi salah satu momen yang mempercepat pertumbuhan belanja online secara signifikan. Ketika banyak orang harus tinggal di rumah, internet menjadi solusi utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Mulai dari bahan makanan hingga barang hiburan dibeli secara online. Banyak konsumen yang sebelumnya jarang belanja online akhirnya mulai mencobanya.

Dalam periode Maret hingga April 2020 di Amerika Serikat, penjualan e-commerce meningkat hingga 49 persen. Penjualan bahan makanan secara online bahkan melonjak lebih dari 110 persen dalam penjualan harian. Lonjakan ini menunjukkan bagaimana perubahan situasi global dapat memengaruhi kebiasaan belanja masyarakat. Banyak toko fisik akhirnya ikut membuka layanan belanja digital.

Barbara Kahn, profesor pemasaran di Wharton School, University of Pennsylvania, menjelaskan bahwa pandemi mempercepat adopsi belanja online sekitar dua hingga tiga tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Banyak bisnis yang sebelumnya hanya mengandalkan toko fisik akhirnya terpaksa masuk ke dunia digital agar tetap bertahan. Perubahan ini membuat kompetisi di dunia e-commerce semakin ketat. Industri keuangan digital pun ikut berkembang pesat mengikuti tren tersebut.

Belanja online yang sekarang terasa sangat biasa ternyata memiliki sejarah panjang. Perjalanan tersebut dimulai dari eksperimen teknologi sederhana hingga berkembang menjadi sistem perdagangan global. Perkembangan internet, smartphone, serta perubahan perilaku konsumen ikut mendorong pertumbuhan industri ini. Semua faktor tersebut saling mendukung perkembangan e-commerce.

Dampaknya bukan hanya terasa pada cara orang berbelanja, tapi juga pada sistem keuangan dunia. Transaksi digital, layanan pembayaran online, hingga platform e-commerce kini menjadi bagian penting dalam ekonomi modern. Banyak bisnis bahkan bergantung pada teknologi ini untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Dunia keuangan akhirnya beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Melihat perkembangan yang terjadi selama beberapa dekade terakhir, belanja online kemungkinan akan terus berkembang. Inovasi teknologi baru juga berpotensi membuat pengalaman berbelanja menjadi semakin cepat dan praktis.

Bagi kamu sebagai konsumen, memahami sejarahnya bisa membantu melihat bagaimana teknologi benar-benar mengubah cara kita mengelola uang. Tren ini juga menunjukkan bahwa masa depan transaksi digital masih akan terus berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More