ROA Danantara Melonjak 300 Persen, Prabowo Tagih Setoran Rp800 Triliun

- Presiden Prabowo menyambut gembira lonjakan ROA BPI Danantara hingga 300 persen pada 2025, menilai hasil itu sebagai bukti efektivitas manajemen terpusat dan kepemimpinan yang solid.
- Prabowo menetapkan target ROA minimal 10 persen bagi Danantara serta menantang lembaga tersebut menyetor Rp800 triliun per tahun ke kas negara jika mampu mencapai ROA 5 persen.
- Prabowo menyebut Danantara kini sejajar dengan sovereign wealth fund global dan berpotensi menjadi yang terbesar keenam atau ketujuh di dunia berkat pengelolaan serta integritas manajemennya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengaku cukup gembira setelah menerima laporan bahwa return on asset (ROA) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melonjak hingga 300 persen pada 2025.
Menurutnya, capaian positif ini menjadi bukti kuat bahwa manajemen yang baik memang harus berada di bawah satu kendali dan pengelolaan yang terpusat. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu (11/3/2026).
"Saya dapat laporan saya cukup gembira return on asset 1 tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen," kata Prabowo.
1. Target ideal ROA Danantara capai 15 persen

Terkait standar performa, Prabowo menjelaskan perusahaan yang dikategorikan baik setidaknya harus memiliki ROA minimal 10 persen, sementara angka 12 persen masuk kategori bagus, dan 15 persen tergolong hebat.
Dia menegaskan pemerintah mematok target sebesar 10 persen untuk Danantara, meski dia memaklumi jika angka tersebut belum bisa langsung tercapai sepenuhnya pada tahun-tahun awal beroperasi.
"Perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen. Yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," paparnya.
2. Setoran minimal Rp800 triliun ke negara

Lebih lanjut, Prabowo memaparkan jika Danantara mampu menyentuh angka ROA 5 persen saja, maka lembaga tersebut harus menyetorkan dana sebesar 50 miliar dolar AS atau setara Rp800 triliun ke kas negara setiap tahun.
"Kalau hanya 5 persen return on asset berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar tiap tahun, 50 miliar dolar adalah Rp800 triliun. Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," kata dia.
Meski memberikan tantangan besar, dia tetap mengapresiasi prestasi di tahun pertama ini dan percaya kunci manajemen yang baik terletak pada integritas hati serta jiwa para pengelolanya.
3. Jadi salah satu SWF terbesar di dunia

Prabowo juga bersyukur karena kini Indonesia telah memiliki badan yang setara dengan sovereign wealth fund (SWF) global melalui Danantara, bahkan diperkirakan menjadi yang terbesar keenam atau ketujuh di dunia.
"Kita bersyukur ya, kita sekarang sudah punya suatu badan, bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia," ujar orang nomor satu di Indonesia itu.
Dia menilai manajemen Danantara selama satu tahun terakhir telah membuktikan pengelolaan yang tepat dan dibarengi dengan kemauan politik serta niat yang benar sudah mulai membuahkan hasil yang nyata.















