Bitcoin memasuki Oktober 2026 setelah mencatat kenaikan hampir 6 persen sepanjang September. Pergerakan tersebut menarik perhatian karena September secara historis justru menjadi salah satu bulan yang kurang baik bagi Bitcoin. Memasuki bulan baru, sejumlah faktor dari sisi permintaan, perilaku investor, dan posisi perdagangan dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
4 Faktor yang Memengaruhi Harga Bitcoin pada Oktober 2026

- Bitcoin memasuki Oktober 2026 setelah naik hampir 6% pada September, melawan pola musiman; historis Oktober sering positif, tetapi tidak menjamin pergerakan harga tahun ini.
- ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk hampir US$3 miliar selama tujuh sesi akhir September, namun dana harian turun menjadi US$134,47 juta pada 25 September.
- Holder jangka panjang kembali mengakumulasi Bitcoin, sementara posisi long berleverage sekitar US$4,35 miliar berpotensi memicu tekanan jual dan volatilitas tajam jika harga turun.
Kondisi pasar saat ini juga menunjukkan beberapa sinyal yang bergerak ke arah berbeda. Arus dana masuk ke ETF Bitcoin masih menunjukkan permintaan, sementara holder jangka panjang kembali menambah kepemilikan. Di sisi lain, perlambatan arus ETF dan besarnya posisi leverage membuat pergerakan Bitcoin tetap perlu dicermati. Berikut ini beberapa faktor yang memengaruhi harga Bitcoin pada Oktober 2026.
1. Pola historis pergerakan Bitcoin pada Oktober

ilustrasi Bitcoin (unsplash.com/Amjith S) Oktober secara historis termasuk bulan yang cukup sering mencatat kenaikan harga Bitcoin. Data menunjukkan Bitcoin naik dalam 10 dari 15 hari terakhir, dengan rata-rata kenaikan sekitar 11,2 persen. Namun, pola tersebut hanya menggambarkan perilaku harga pada masa lalu dan tidak menjamin pergerakan yang sama akan terjadi pada Oktober 2026.
Menariknya, Bitcoin juga berhasil bergerak berlawanan dengan pola historis pada Agustus dan September 2026. Agustus secara historis memiliki rata-rata return sekitar minus 7,15 persen, tetapi Bitcoin justru naik sekitar 25 persen, sedangkan September yang biasanya memiliki rata-rata minus 2,34 persen mencatat kenaikan hampir 6 persen tahun ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor lain seperti arus dana dan aktivitas investor tetap perlu diperhatikan selain pola musiman.
2. Arus dana masuk ke ETF Bitcoin

ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik) ETF Bitcoin menjadi salah satu sumber permintaan yang penting karena memungkinkan investor berinvestasi pada Bitcoin melalui produk yang diperdagangkan di pasar modal. Pada akhir September, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut dengan total hampir US$3 miliar. Dalam periode tersebut, arus masuk harian sempat mencapai sekitar US$999 juta pada 21 September sebelum kembali mengecil beberapa hari kemudian.
Perubahan besar dalam arus dana ETF dapat memengaruhi jumlah permintaan terhadap Bitcoin di pasar. Data pada 25 September menunjukkan dana yang masuk hanya sekitar US$134,47 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan puncak arus masuk pada 21 September. Karena itu, keberlanjutan arus dana ETF menjadi salah satu hal yang akan diperhatikan ketika memasuki Oktober.
3. Holder jangka panjang kembali menambah Bitcoin

ilustrasi market cryptocurrency (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Selain ETF, perilaku pemegang Bitcoin dalam jangka panjang juga menjadi bagian penting dari kondisi pasar. Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin yang menyimpan asetnya selama beberapa bulan mulai kembali melakukan akumulasi setelah periode penjualan pada awal Agustus. Nilai indikator tersebut tercatat meningkat dari 16.415 BTC pada 25 September menjadi 23.172 BTC pada 27 September.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa sebagian holder jangka panjang justru menambah kepemilikan ketika arus dana ETF mulai melambat. Perilaku seperti ini dapat mengurangi jumlah Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan jika akumulasi terus berlanjut. Namun, indikator tersebut tetap perlu dilihat bersama faktor lain karena keputusan holder tidak secara otomatis menentukan arah harga dalam jangka pendek.
4. Besarnya posisi leverage bisa memicu pergerakan tajam

ilustrasi pergerakan harga (unsplash.com/Maxim Hopman) Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah posisi perdagangan dengan leverage, terutama posisi long yang mengharapkan harga Bitcoin naik. Data peta likuidasi 30 hari di Binance menunjukkan terdapat sekitar US$4,35 miliar posisi long hingga area sekitar US$74.170, sementara posisi short berada di sekitar US$1,65 miliar. Jika harga bergerak turun cukup jauh, sebagian posisi long tersebut dapat terkena likuidasi dan menciptakan tekanan jual tambahan.
Pasar kripto dapat mengalami pergerakan harga yang cepat ketika banyak posisi menggunakan utang atau leverage. Sebagai gambaran, lebih dari US$19 miliar posisi perdagangan berbasis leverage dilaporkan terlikuidasi pada 10 Oktober 2025. Karena itu, kondisi posisi long dan short pada awal Oktober dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa besar volatilitas Bitcoin ketika terjadi perubahan harga.
Faktor yang memengaruhi harga Bitcoin pada Oktober 2026 tidak hanya ditentukan oleh pola historis. Arus dana ETF, aktivitas holder jangka panjang, dan posisi leverage juga menunjukkan kondisi pasar yang dapat berubah dengan cepat. Memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu kita melihat pergerakan harga dengan lebih bijak dan objektif.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















