Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perubahan di Pasar Kripto setelah Bitcoin Kembali Menguat

4 min read
5 Perubahan di Pasar Kripto setelah Bitcoin Kembali Menguat
ilustrasi token kripto (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
  • Bitcoin menembus US$87.000, level tertinggi sejak Januari 2026, mendorong kapitalisasi pasar kripto kembali melampaui US$3 triliun pada 22 September.
  • Ethereum, XRP, Solana, BNB, dan Dogecoin ikut menguat, sementara ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk sekitar US$999 juta pada 21 September.
  • SEC memberi pengecualian lima tahun bagi platform tertentu untuk memperdagangkan saham AS bertokenisasi, memperluas pembahasan blockchain sebagai infrastruktur aset keuangan tradisional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pasar kripto kembali bergerak setelah Bitcoin menembus US$87.000 dan mencapai level tertinggi sejak Januari 2026. Penguatan tersebut tidak hanya terjadi pada BTC, tetapi juga mulai terlihat pada sejumlah aset kripto lain dan nilai keseluruhan pasar. Kapitalisasi pasar kripto bahkan sempat kembali menembus US$3 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin mulai memberikan pengaruh lebih luas terhadap ekosistem kripto. Meski begitu, kondisi pasar tidak hanya ditentukan oleh kenaikan harga BTC, tetapi juga oleh arus dana, regulasi, aktivitas perdagangan, dan penggunaan leverage yang ikut berubah. Berikut lima perubahan di pasar kripto setelah Bitcoin kembali menguat.

  1. 1. Kapitalisasi pasar kripto kembali menembus US$3 triliun

    ilustrasi market cryptocurrency
    ilustrasi market cryptocurrency (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Kenaikan Bitcoin ikut mendorong nilai keseluruhan pasar kripto kembali mendekati level yang lebih tinggi. Pada 22 September 2026, kapitalisasi pasar kripto sempat menembus US$3 triliun setelah sebelumnya berada di bawah level tersebut selama beberapa waktu. Perubahan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga meningkatkan nilai aset digital secara keseluruhan.

    Kapitalisasi pasar dihitung berdasarkan harga berbagai aset kripto dikalikan dengan jumlah koin yang beredar. Karena Bitcoin masih memiliki porsi besar dalam keseluruhan pasar, kenaikan BTC dapat memberikan pengaruh cukup besar terhadap angka tersebut. Meski begitu, nilai pasar yang meningkat belum berarti seluruh aset kripto mengalami kenaikan dengan kecepatan yang sama.

  2. 2. Sejumlah altcoin mulai mengikuti kenaikan Bitcoin

    ilustrasi altcoin
    ilustrasi altcoin (pexels.com/Bastian Riccardi)

    Penguatan Bitcoin juga mulai diikuti oleh sejumlah altcoin dengan kenaikan yang cukup besar. Pada 22 September, Ethereum, XRP, Solana, BNB, dan Dogecoin tercatat menguat, dengan beberapa di antaranya mencatat kenaikan harian lebih besar daripada Bitcoin. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perhatian pasar mulai menyebar dari aset terbesar menuju aset kripto lainnya.

    Pergerakan seperti ini penting karena Bitcoin biasanya menjadi salah satu penggerak utama sentimen pasar kripto. Ketika BTC menguat dan investor mulai mengambil risiko lebih besar, sebagian dana dapat mengalir ke aset dengan kapitalisasi lebih kecil. Namun, kenaikan altcoin tetap sangat beragam sehingga penguatan Bitcoin belum otomatis berarti seluruh pasar memasuki fase kenaikan yang sama.

  3. 3. Arus dana ETF Bitcoin menjadi Lebih Besar

    ilustrasi Bitcoin
    ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik)

    Kenaikan Bitcoin juga berlangsung bersamaan dengan meningkatnya permintaan melalui ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Produk tersebut mencatat arus masuk sekitar US$999 juta pada Senin, 21 September, yang menjadi salah satu arus masuk harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Arus dana tersebut menunjukkan bahwa investor dapat memperoleh eksposur terhadap Bitcoin melalui produk investasi yang tersedia di pasar tradisional.

    ETF membuat pergerakan Bitcoin semakin berkaitan dengan aktivitas investor institusi dan pasar keuangan konvensional. Ketika dana masuk ke produk tersebut, penerbit ETF perlu mengelola eksposur terhadap Bitcoin sehingga aktivitas tersebut dapat memengaruhi permintaan di pasar. Perkembangan ini juga membuat arus dana ETF menjadi salah satu indikator yang diperhatikan ketika menilai kondisi pasar Bitcoin.

  4. 4. Regulasi mulai mendorong aset tradisional masuk blockchain

    ilustrasi hukum dan kebijakan
    ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    Perubahan lain terlihat dari semakin dekatnya hubungan antara pasar kripto dan aset keuangan tradisional. Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC memberikan pengecualian selama lima tahun bagi platform tertentu untuk memperdagangkan saham AS yang ditokenisasi melalui jaringan blockchain dengan sejumlah persyaratan. Langkah tersebut memperkuat pembahasan mengenai penggunaan blockchain untuk memperdagangkan aset yang sebelumnya berada di sistem keuangan konvensional.

    Perkembangan ini membuat ekosistem blockchain tidak hanya berkaitan dengan Bitcoin atau perdagangan token kripto. Saham, sekuritas, dan aset lain dapat menjadi bagian dari sistem yang menggunakan teknologi blockchain untuk pencatatan atau perdagangan. Bagi pasar kripto, perubahan tersebut membuka pembahasan baru mengenai peran blockchain sebagai infrastruktur keuangan, bukan hanya tempat memperdagangkan aset digital.

    Kembalinya Bitcoin ke level tertinggi sejak Januari membawa berbagai perubahan ke pasar kripto. Perubahan di pasar kripto setelah Bitcoin kembali menguat menunjukkan bahwa market tersebut sedang bergerak dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh harga Bitcoin sekaligus perkembangan di sektor keuangan yang lebih luas. Karena itu, perkembangan Bitcoin perlu dilihat bersama dengan perubahan yang terjadi di pasar kripto dan keuangan global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More