22 Ribu Sumur Minyak di RI Nganggur, Bahlil Ungkap Penyebabnya

- Pemerintah akan intervensi sumur tak aktif dengan teknologi agar bisa berproduksi kembali
- Upaya dilakukan untuk mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada impor energi
- Kilang minyak aktif digenjot kapasitas produksinya, serta akan membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas baru
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membeberkan sekitar 22 ribu sumur minyak di Indonesia dalam kondisi tidak berproduksi (idle well).
Hal itu disebabkan oleh beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi. Misalnya, jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua, sehingga lifting migas tidak maksimal.
1. Pemerintah mau intervensi lewat teknologi

Namun, Bahlil tak mau membiarkan hal tersebut. Dia akan mengintervensi sumur-sumur tak aktif itu dengan teknologi, agar bisa berproduksi kembali.
"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39 ribu sumur sampai 40 ribu sumur kita itu yang beroperasi hanya 17 ribu sampai 18 ribu sumur. Selebihnya idle well karena sudah tua. Nah ini kita kerja samakan," kata Bahlil, dikutip dari keterangan resmi, Senin (16/2/2026).
2. Kejar swasembada energi

Adapun upaya itu dilakukan untuk mengejar target swasembada energi. Menurutnya, upaya mencapai kemandirian energi mesti dilandasi tindakan nyata dan inovasi teknologi. Dia mengingatkan, ketergantungan pada importir adalah bukti kegagalan mendorong kemandirian secara serius.
"Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," ucap Bahlil.
3. Kapasitas produksi kilang minyak juga ditingkatkan

Selain mengintervensi sumur ‘menganggur’, Bahlil juga membeberkan upaya mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). Di samping itu, Kementerian ESDM akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru.
Dia juga menyinggung pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri, Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 lalu.
"Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," tutur Bahlil.


















