Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fandom Tak Lagi Sekadar Hobi, Kini Jadi Mesin Ekonomi Baru
NCT 127 dalam konser The Momentum yang digelar Dyandra Global Edutainment di Jakarta yang digelar di Indonesia Arena, Sabtu (15/2/2025). (IDN Times/Deti Mega Purnamasari)
  • Fandom kini berkembang jadi ekosistem ekonomi yang digerakkan oleh generasi muda, di mana pengeluaran untuk merchandise dan konser menjadi bagian dari identitas serta investasi emosional.
  • Komunitas penggemar melahirkan aktivitas ekonomi baru seperti jasa war tiket, penjualan merchandise luar negeri, hingga produksi fan art yang menciptakan peluang pendapatan bagi anggotanya.
  • Pemerintah menyoroti potensi ekonomi fandom dengan rencana meningkatkan frekuensi konser K-Pop di Indonesia, menegaskan peran fandom sebagai mesin ekonomi baru di era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2017

Nabila mulai menghadiri konser BTS dan hingga kini telah menonton sebanyak 18 kali, menunjukkan loyalitas fandom yang kuat.

April 2026

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan frekuensi konser KPop di Indonesia setelah kunjungan bilateral ke Korea Selatan.

17-18 Juni 2026

IDN menggelar Indonesia Summit 2026 di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, dengan tema 'The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age' dan meluncurkan laporan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

kini

Fandom berkembang menjadi mesin ekonomi baru yang memengaruhi konsumsi, peluang usaha, dan model bisnis generasi muda di Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Fandom di Indonesia berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang memengaruhi pola konsumsi, menciptakan peluang usaha, dan menarik perhatian pemerintah untuk meningkatkan kegiatan industri hiburan.
  • Who?
    Komunitas penggemar generasi milenial dan Gen Z, IDN Media melalui IDN Research Institute, serta Menteri Luar Negeri Sugiono dan Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Kegiatan dan laporan terkait berlangsung di berbagai wilayah Indonesia, dengan peluncuran survei dilakukan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta.
  • When?
    Laporan IMGR 2026 dirilis pada tahun 2026, sementara konferensi Indonesia Summit 2026 digelar pada 17–18 Juni 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan fandom didorong oleh keterikatan emosional, identitas komunitas, serta potensi ekonomi besar yang muncul dari aktivitas penggemar di tengah ketidakpastian ekonomi.
  • How?
    Melalui pembelian merchandise, konser, jasa pendukung fandom seperti war tiket dan fan art, serta riset mendalam yang menyoroti peran ekonomi komunitas penggemar di era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang banyak orang suka banget sama grup atau artis, sampai beli barang dan nonton konser walau uang lagi susah. Ada Bu Deby dan Mbak Nabila yang sering banget dukung idolanya. Dari situ banyak orang jualan barang dan bantu beli tiket. Pemerintah juga mau bikin konser KPop lebih sering di Indonesia karena fandom bikin ekonomi jalan terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perkembangan fandom di Indonesia menunjukkan sisi positif dari kreativitas dan solidaritas generasi muda. Di tengah ketidakpastian ekonomi, komunitas penggemar justru membangun ekosistem yang produktif, menciptakan peluang usaha baru, serta memperkuat hubungan sosial melalui aktivitas bersama. Fenomena ini menegaskan bahwa semangat kolektif dapat menjadi sumber nilai ekonomi dan identitas yang berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Fandom kini tak lagi bisa dipandang sebagai aktivitas hiburan semata. Di tengah tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi, komunitas penggemar justru berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang menggerakkan konsumsi, menciptakan peluang usaha, hingga melahirkan model bisnis baru.

Laporan Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2026 mencatat keterlibatan fandom telah berkembang menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup generasi muda. Pengeluaran untuk membeli merchandise resmi, menghadiri konser, hingga mendukung kreator favorit tidak lagi sekadar konsumsi biasa, melainkan bentuk investasi emosional.

"Fandom tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai kegiatan rekreasi, fandom berfungsi sebagai sistem yang mengatur hubungan sosial sekaligus sirkulasi ekonomi," demikian laporan IMGR 2026.

1. Ada anggaran khusus buat fandom

NCT 127 dalam konser The Momentum yang digelar Dyandra Global Edutainment di Jakarta yang digelar di Indonesia Arena, Sabtu (15/2/2025). (IDN Times/Deti Mega Purnamasari)

Laporan tersebut juga menemukan banyak anggota fandom tetap mengalokasikan anggaran khusus untuk aktivitas penggemar meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil. Keputusan tersebut didorong oleh rasa memiliki, kedekatan emosional, dan identitas yang dibangun melalui komunitas.

Fenomena ini tercermin dari pengalaman Deby (38), warga Tangerang, yang mengaku menghabiskan lebih dari Rp20 juta per tahun untuk mendukung grup dan artis KPop favoritnya. Sementara Nabila (37), karyawan swasta asal Semarang, tercatat telah menghadiri konser BTS sebanyak 18 kali sejak 2017.

"Kedua cerita ini menunjukkan pola yang konsisten dalam ekonomi fandom. Ketika seseorang menemukan titik keterikatan yang kuat, loyalitas mereka cenderung bertahan bahkan di tengah tekanan ekonomi," tulis IMGR 2026.

2. Ada aktivitas ekonomi baru

Photocard yang dijual oleh GO Swaggiedyang (Dok. Istimewa)

Tak hanya menciptakan konsumen loyal, fandom juga melahirkan aktivitas ekonomi baru. Mulai dari jasa war tiket konser, pembelian merchandise luar negeri, pemandu perjalanan konser, hingga produksi fan art berkembang menjadi sumber pendapatan bagi sebagian anggota komunitas.

"Fandom menciptakan ekosistem ekonomi internal yang dinamis, di mana para anggotanya tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen," dikutip dari laporan tersebut.

3. Upaya meningkatkan frekuensi konser KPop di Indonesia

Suasana konser DAY6 di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (3/5/2025). (IDN Times/Deti Mega P)

Besarnya perputaran ekonomi di dalam komunitas penggemar bahkan mulai menarik perhatian pemerintah. Menteri Luar Negeri Sugiono pada April 2026 mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan frekuensi konser KPop di Indonesia setelah kunjungan bilateral ke Korea Selatan.

Menurut IMGR 2026, fenomena ini menunjukkan bahwa fandom telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang semakin relevan bagi industri hiburan, ekonomi kreatif, hingga sektor digital.

"Ruang-ruang yang selama ini dianggap remeh sebagai 'sekadar hiburan' sebenarnya memiliki kapasitas ekonomi yang signifikan, terlepas dari kondisi ekonomi makro, dan layak mendapat pertimbangan serius," tulis IMGR 2026.

Temuan tersebut menegaskan bahwa fandom bukan lagi sekadar hobi. Di era digital, komunitas penggemar telah menjelma menjadi salah satu mesin ekonomi baru yang mampu menggerakkan konsumsi dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi milenial dan gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article