Fantastis, Laba REAL Tumbuh 626 Persen di Kuartal III-2026!

PT Repower Asia Indonesia membukukan laba usaha Rp660,73 juta pada kuartal III-2026, melonjak 626 persen secara tahunan dari Rp90,98 juta.
Penjualan REAL naik 23,8 persen menjadi Rp9,24 miliar, mendorong laba bruto Rp3,98 miliar; laba bersih tercatat Rp409,89 juta.
Margin laba usaha meningkat dari 1,22 persen menjadi 7,15 persen, didukung pertumbuhan pendapatan dan kenaikan beban operasional yang hanya 2 persen.
Jakarta, IDN Times - PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mencatatkan pertumbuhan laba usaha yang signifikan di kuartal III-2026. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang dikutip Senin, (2/11/2026), REAL membukukan laba usaha sebesar Rp660,73 juta, melonjak sekitar 626 persen dibandingkan Rp90,98 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan pencapaian tersebut, laba usaha perseroan meningkat lebih dari tujuh kali lipat secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara itu, laba bersih REAL tercatat sebesar Rp409,89 juta, meningkat dibandingkan Rp397,99 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
1. Penjualan tumbuh 23,8 persen

Ilustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama) Dari sisi pendapatan, REAL mencatatkan penjualan sebesar Rp9,24 miliar, meningkat 23,8 persen dibandingkan Rp7,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut turut mendorong laba bruto menjadi Rp3,98 miliar, atau tumbuh sekitar 19 persen secara tahunan.
Adapun beban operasional pada kuartal III-2026 sebesar Rp3,32 miliar, naik 2 persen dari kuartal III-2025 yang sebesar Rp3,25 miliar.
2. Margin tumbuh 7,15 persen

Ilustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama) Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan pengendalian biaya tersebut memberikan dampak signifikan terhadap margin operasional REAL. Margin laba usaha yang sebelumnya hanya sekitar 1,22 persen, berhasil meningkat menjadi 7,15 persen.
"Pertumbuhan laba usaha yang signifikan pada periode ini merupakan perkembangan positif bagi perseroan. Kami melihat adanya perbaikan kinerja operasional seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan pengelolaan beban usaha yang lebih terjaga,” kata Direktur REAL, Sjafardamsyah dikutip Senin, (2/11/2026).
3. Dorong efisiensi

Ilustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama) Sjafardamsyah mengatakan, meskipun pertumbuhan laba bersih belum sebesar kenaikan laba usaha, lonjakan profitabilitas operasional menjadi salah satu poin penting dalam perkembangan kinerja perseroan. Perbaikan margin memberikan gambaran bahwa REAL mulai memiliki struktur operasional yang lebih efisien dibandingkan periode sebelumnya.
“Ke depan, perseroan akan terus berupaya meningkatkan efektivitas operasional, mengoptimalkan potensi bisnis yang dimiliki, serta mengembangkan peluang usaha baru untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham," ujar Sjafardamsyah.

















