Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Masih Loyo, Harga Minyak Dunia Kasih Angin Segar

2 min read
Rupiah Masih Loyo, Harga Minyak Dunia Kasih Angin Segar
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah 8 poin menjadi Rp18.155 per dolar AS pada awal perdagangan Senin.

  • Pasar menanti data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan dirilis siang hari.

  • Harga minyak dunia berpotensi mendukung rupiah, tetapi aksi jual asing masih menjadi tekanan domestik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (2/11/2026). Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.25 WIB, rupiah berada di level Rp18.155 per dolar AS.

Posisi tersebut melemah 8 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.147 per dolar AS. Dengan demikian, dolar AS mengalami penguatan tipis terhadap rupiah pada awal perdagangan.

  1. 1. Investor menanti data inflasi dan perdagangan Indonesia

    Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak relatif datar pada Senin. Menurutnya, pelaku pasar masih menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan dirilis siang ini, terutama inflasi dan neraca perdagangan.

    "Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini diantaranya inflasi dan perdagangan," kata dia.

  2. 2. Harga minyak turun tetapi aksi jual asing masih membebani rupiah

    Lukman menilai penurunan harga minyak mentah dunia dapat memberikan dukungan bagi rupiah. Penurunan harga minyak terjadi di tengah harapan pasar terhadap perundingan damai untuk mengakhiri perang AS-Iran.

    Namun, sentimen domestik masih menjadi tekanan bagi rupiah. Lukman menyoroti aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham dalam negeri. Net sell merupakan kondisi ketika nilai saham yang dijual investor lebih besar daripada nilai saham yang dibeli.

    "Harga minyak mentah dunia yang turun oleh harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS Iran dapat mendukung rupiah, namun sentimen domestik umumnya masih lemah oleh sell off asing di pasar ekuitas," tuturnya.

  3. 3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang perdagangan Senin

    Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Senin (2/11/2026).

    Pergerakan rupiah pada awal pekan ini masih dipengaruhi penantian pasar terhadap rilis data ekonomi domestik, perkembangan harga minyak dunia, serta aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More