Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Financial Planning Tak Harus Tunggu Jadi Kaya
Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga Amir Widjaya (kanan) bersama Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh (kedua kiri) dan Public Figure Asri Welas (kedua kanan) saat menjadi narasumber Media Gathering OCTO untuk Keluarga Indonesia (Sumber: CIMB Niaga)
  • Amir Widjaya dari CIMB Niaga menegaskan bahwa perencanaan keuangan bukan hanya untuk orang kaya, melainkan hak semua orang termasuk yang kondisi finansialnya terbatas.
  • CIMB Niaga melalui kampanye dan aplikasi OCTO Mobile berupaya mengedukasi keluarga Indonesia agar memahami tujuan finansial jangka pendek maupun panjang dengan cara yang mudah dan relevan.
  • Perusahaan menilai edukasi keuangan lebih berdampak jangka panjang dibanding penjualan cepat, serta menekankan bahwa layanan wealth management terbuka bagi siapa pun yang ingin meraih mimpi finansialnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 Juli 2026

Amir Widjaya, Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga, menyampaikan pandangannya dalam acara Media Gathering Panglima Mimpi Keluarga di The Papilion, Kemang. Ia menekankan bahwa perencanaan keuangan tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya dan setiap orang berhak memiliki rencana finansial.

kini

CIMB Niaga terus menjalankan kampanye edukasi keuangan melalui aplikasi OCTO Mobile untuk membantu keluarga Indonesia memahami dan mewujudkan tujuan finansial mereka. Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap model edukasi yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    CIMB Niaga mengadakan acara edukasi keuangan bertajuk Media Gathering Panglima Mimpi Keluarga untuk menekankan bahwa perencanaan keuangan dapat dilakukan oleh semua kalangan, tidak hanya bagi yang sudah mapan secara ekonomi.
  • Who?
    Kepala Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga, Amir Widjaya, bersama timnya menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat dan keluarga Indonesia mengenai pentingnya perencanaan keuangan.
  • Where?
    Acara berlangsung di The Papilion, kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
  • When?
    Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 2 Juli 2026.
  • Why?
    Kegiatan digelar untuk meluruskan anggapan keliru bahwa financial planning hanya untuk orang kaya serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya edukasi dan pengelolaan keuangan keluarga.
  • How?
    Edukasi diberikan melalui kampanye dan pemanfaatan fitur aplikasi OCTO Mobile milik CIMB Niaga yang dirancang membantu masyarakat merencanakan tujuan finansial jangka pendek maupun panjang secara praktis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada Pak Amir dari bank CIMB Niaga yang bilang kalau ngatur uang itu gak harus nunggu kaya dulu. Semua orang boleh punya rencana keuangan biar bisa capai mimpi. Katanya banyak keluarga di Indonesia masih perlu belajar soal uang. Banknya mau bantu lewat aplikasi OCTO dan kasih edukasi supaya semua keluarga bisa pinter ngatur uang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Amir Widjaya menyoroti semangat inklusif dalam dunia keuangan, bahwa perencanaan finansial bukan hak eksklusif bagi yang sudah mapan. Melalui pendekatan edukatif dan fitur aplikasi OCTO CIMB Niaga, masyarakat dari berbagai lapisan didorong untuk memahami tujuan keuangannya, membangun kesadaran finansial, dan mewujudkan mimpi keluarga secara lebih terarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga, Amir Widjaya, mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa financial planning atau perencanaan keuangan hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kondisi ekonomi mapan.

"Banyak orang merasa financial planning itu susah dan banyak yang merasa bahwa financial planning itu nunggu kaya, ini juga ada terjadi salah kaprah," ujar Amir dalam acara Media Gathering Panglima Mimpi Keluarga di The Papilion, Kemang, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dia mengatakan, setiap orang berhak menyusun perencanaan keuangan, termasuk mereka yang kondisi finansialnya masih terbatas.

"Emangnya tadi kalau si panglima keluarga uangnya masih pas-pasan gak boleh financial planning, gak boleh punya mimpi? Nah, ini yang jadi kesalahkaprahan juga,” ujar dia. 

1. Edukasi keuangan dinilai masih dibutuhkan keluarga Indonesia

Amir Widjaya dalam acara Media Gathering OCTO untuk Keluarga Indonesia (IDN Times/Shera Amalia)

Amir menilai, masih banyak keluarga di Indonesia yang memerlukan bantuan edukasi untuk lebih sadar tentang keuangan. Melalui kampanye yang dihadirkannya, kata dia, CIMB Niaga ingin membantu masyarakat mewujudkan mimpi dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di aplikasi OCTO mobile.

"Artinya memang mereka butuh bantuan untuk teredukasi dan sadar lebih jauh. Apa sih mimpinya? Apa sih financial goal-nya? Dari jangka panjang, jangka pendek, dan bagaimana kiat-kiatnya sehingga kelengkapan dan kekerenan yang dimiliki oleh OCTO CIMB Niaga, ini bukan sekadar karena lengkap, keren, tapi semuanya punya fungsi yang secara ilmu financial planning, balik lagi kita sesimpel O-C-T-O, ini bisa membantu semua keluarga Indonesia wujudkan mimpinya." ujar Amir



2. Model edukasi adalah yang paling berdampak

Amir Widjaya dalam acara Media Gathering OCTO untuk Keluarga Indonesia (IDN Times/Shera Amalia)

Amir mengatakan, CIMB Niaga tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga berupaya memahami kebutuhan nasabah melalui edukasi keuangan. Menurut dia, edukasi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membantu masyarakat memahami perencanaan keuangan. 

"Jadi kita pikirkan dari model product development, memahami nasabah, sampai juga bagaimana mengedukasi. Nah ini juga salah satu contoh edukasi kita, komitmen kita," ujar Amir. 

Dia menilai, model edukasi memang tidak selalu memberikan dampak penjualan secara cepat. Meski demikian, dia meyakini edukasi memiliki manfaat jangka panjang bagi keluarga di Indonesia. 

"Karena sebenarnya gak bisa dipungkiri, model edukasi ini bukan sesuatu yang langsung mungkin bisa dapet sales paling cepat, tapi kami percaya edukasi ini yang paling berdampak, lebih fundamental buat keluarga Indonesia," kata dia.



3. Semua orang berhak memiliki wealth management

Amir Widjaya, Asri Welas, dan Lusiana Saleh dalam acara Media Gathering OCTO untuk Keluarga Indonesia (IDN Times/Shera Amalia)

Dia menambahkan, layanan wealth management tidak hanya ditujukan bagi kalangan tertentu. Menurut dia, setiap orang dapat memulai perencanaan keuangan dari langkah dasar untuk mencapai tujuan finansialnya. 

“Makanya kalau di dunia perbankan bilang wealth management, seakan-akan memang layanan untuk orang kaya. Siapapun boleh punya wealth management, melalui basic financial planning tadi, siapapun mimpinya patut diperjuangkan," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article