Proyek Infrastruktur IIF di Tahun 2024. (Dok.Istimewa).
Presiden Direktur/CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan mengatakan, fasilitas ini akan memperkuat kapasitas perseroan dalam mendukung transisi energi dan pembangunan infrastruktur tangguh iklim.
“Kemitraan ini memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia,” katanya.
Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, IIF telah beroperasi selama 16 tahun dan berperan sebagai katalis pembangunan infrastruktur nasional. Hingga saat ini, IIF mendukung proyek energi terbarukan berkapasitas sekitar 709,9 megawatt (MW) yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga serta berpotensi menurunkan emisi sekitar 4,92 juta ton CO₂ per tahun.
Selain sektor energi, IIF juga memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat serta mendukung pembangunan fasilitas kesehatan dengan lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. Masuknya FinDev Canada memperkuat dukungan pembiayaan internasional bagi agenda infrastruktur rendah karbon Indonesia sekaligus mempererat kerja sama bilateral Kanada–Indonesia di sektor pembangunan berkelanjutan