- Tidak memiliki kepastian kerja jangka panjang
- Rentan kehilangan pekerjaan kapan saja
- Minim akses terhadap tunjangan seperti asuransi kesehatan atau pensiun
Apa Itu Pekerja Prekariat? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya

- Istilah pekerja prekariat menggambarkan kelas pekerja dengan kondisi kerja tidak stabil, tanpa jaminan sosial memadai, dan minim perlindungan hukum di tengah perubahan pasar kerja global.
- Pekerja prekariat umumnya berstatus kontrak, paruh waktu, atau freelance dengan pendapatan fluktuatif serta akses terbatas terhadap asuransi, BPJS, dan hak kerja lainnya.
- Peningkatan jumlah pekerja prekariat dipicu oleh globalisasi ekonomi, digitalisasi pekerjaan berbasis platform, perubahan regulasi ketenagakerjaan, serta dampak krisis ekonomi yang mendorong fleksibilitas tenaga kerja.
Jakarta, IDN Times – Istilah prekariat makin sering muncul dalam diskusi soal ketenagakerjaan, terutama di tengah maraknya kerja fleksibel, gig economy, hingga kontrak jangka pendek. Namun, sebenarnya apa sih pekerja prekariat itu?
Konsep ini bukan sekadar istilah tren, melainkan menggambarkan realitas baru dunia kerja yang penuh ketidakpastian.
Table of Content
1. Pengertian pekerja prekariat

Istilah prekariat pertama kali dipopulerkan ekonom asal Inggris, Guy Standing. Dalam bukunya The Precariat: The New Dangerous Class, Guy menjelaskan, prekariat adalah kelas pekerja yang hidup dalam kondisi kerja tidak stabil, tanpa jaminan sosial memadai, dan minim perlindungan hukum.
Secara sederhana, pekerja prekariat adalah mereka yang:
Konsep ini juga banyak dibahas dalam kajian Sosiologi dan Ekonomi Ketenagakerjaan sebagai dampak dari perubahan struktur pasar kerja global.
2. Ciri-ciri pekerja prekariat

Menurut berbagai publikasi dari International Labour Organization (ILO), pekerja prekariat memiliki beberapa karakteristik utama:
- Status kerja tidak pasti: sering bekerja kontrak, paruh waktu, atau freelance
- Pendapatan tidak stabil: penghasilan bisa berubah-ubah tiap bulan
- Minim perlindungan sosial: tidak selalu mendapat BPJS, asuransi, atau pesangon
- Keterbatasan hak kerja: posisi tawar lemah terhadap pemberi kerja
Fenomena ini juga berkaitan erat dengan munculnya platform digital dan gig economy yang memperluas peluang kerja, tetapi sering tanpa perlindungan kuat.
3. Mengapa jumlah pekerja prekariat meningkat?

Peningkatan pekerja prekariat tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang dijelaskan dalam studi lembaga seperti World Bank dan OECD:
- Globalisasi ekonomi: perusahaan mencari efisiensi dengan tenaga kerja fleksibel
- Digitalisasi: munculnya pekerjaan berbasis platform seperti driver online atau freelancer
- Perubahan regulasi kerja: tren outsourcing dan kontrak jangka pendek
- Krisis ekonomi: perusahaan menghindari komitmen tenaga kerja permanen
Akibatnya, semakin banyak pekerja yang masuk kategori “rentan”, meski secara formal tetap bekerja.
FAQ seputar Apa Itu Pekerja Prekariat
| Apa yang dimaksud dengan pekerja prekariat? | Pekerja prekariat adalah pekerja dengan kondisi kerja tidak stabil, tanpa jaminan sosial yang memadai, dan memiliki risiko tinggi kehilangan pekerjaan kapan saja. |
| Apa saja contoh pekerja prekariat? | Contohnya adalah pekerja freelance, pekerja kontrak, driver ojek online, pekerja paruh waktu, hingga pekerja informal yang tidak memiliki perlindungan kerja tetap. |
| Mengapa jumlah pekerja prekariat meningkat? | Peningkatan ini dipengaruhi oleh globalisasi, digitalisasi, perkembangan gig economy, serta perubahan sistem ketenagakerjaan yang lebih fleksibel. |
| Apa ciri-ciri pekerja prekariat? | Ciri utamanya adalah pendapatan tidak tetap, status kerja tidak pasti, minim jaminan sosial, serta posisi tawar yang lemah terhadap perusahaan. |
| Apakah pekerja prekariat berbahaya bagi masa depan karier? | Tidak selalu berbahaya, tetapi memiliki risiko lebih tinggi. Tanpa perencanaan yang baik, kondisi ini bisa membuat seseorang sulit mendapatkan stabilitas finansial dan perlindungan kerja. |
















