Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo Anggarkan Rp500 Triliun untuk Perlindungan Sosial 2026

Prabowo Anggarkan Rp500 Triliun untuk Perlindungan Sosial 2026
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo Subianto mengumumkan anggaran Rp500 triliun untuk program perlindungan sosial tahun 2026, disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta.
  • Program perlindungan sosial mencakup Makan Bergizi Gratis bagi siswa, balita, ibu hamil, dan lansia guna mengatasi masalah gizi serta menggerakkan ekonomi rakyat.
  • Prabowo juga berencana membangun satu juta rumah murah bagi buruh dan masyarakat berpenghasilan rendah yang diharapkan membuka banyak lapangan kerja baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menganggarkan Rp500 triliun untuk program perlindungan sosial pada 2026. Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026 di Monas, Jakarta.

"Kita juga memberi perlindungan sosial yang sangat besar, thun ini kita memberikan perlindungan kepada rakyat yang berpenghasilan rendah sebesar Rp500 triliun," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, program sosial itu juga termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah, balita, ibu hamil dan lanjut usia (lansia).

Dalam kesempatan itu, Prabowo bertanya apakah MBG bermanfaat atau tidak untuk masyarakat. Buruh yang berdiri di dekat Prabowo menjawab: bermanfaat.

Namun, buruh yang berdiri di belakang mengatakan tidak setuju. Prabowo kemudian menjelaskan alasannya membuat program MBG.

"Anak-anak kita banyak yang mengalami kurang gizi. Selnya tidak berkembang, dengan MBG ekonomi kita hidup. Rakyat butuh telor, rakyat butuh sayur, susu, ikan, petani kita hidup. Uang kita beredar semakin banyak yang sejahtera," kata dia.

Prabowo kemudian menyampaikan, akan membangun 1 juta rumah murah. Rumah tersebut diperuntukkan bagi buruh, masyarakat berpenghasilan rendah hingga masyarakat kelas menengah.

"Kita akan membangun 1 juta rumah. Ini juga nanti akan menghasilkan pekerjaan yang banyak. Satu orang butuh lima pekerja," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More