Pejabatnya Terjaring OTT KPK, Begini Respons Kementerian BUMN

BUMN menghormati proses hukum yang berlangsung

Jakarta, IDN Times - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka suara soal pejabat BUMN yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik KPK. Mereka menghormati proses hukum yang sedang dihadapi PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT INTI (Persero).

"Kementerian BUMN meminta agar semua kegiatan terus berpedoman pada tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan terus mendukung upaya-upaya pemberian informasi yang benar dan berimbang sebagai wujud oganisasi yang menghormati hukum," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo dalam keterangan resminya, Kamis (1/8).

1. Minta operasional tetap berjalan normal

Pejabatnya Terjaring OTT KPK, Begini Respons Kementerian BUMNDok. Angkasa Pura II

Gatot mengatakan pihaknya meminta kepada manajemen Angkasa Pura II dan PT INTI (Persero) melaksanakan dan memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik.

"Terutama terus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air," tuturnya. 

Baca Juga: Ini Respons BUMN Soal Pengunduran Diri Komisaris Krakatau Steel

2. Kementerian BUMN berkomitmen untuk kooperatif dengan KPK

Pejabatnya Terjaring OTT KPK, Begini Respons Kementerian BUMNANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Selain itu, Gatot menegaskan pihaknya berkomitmen untuk bersikap kooperatif dengan KPK dalam penanganan kasus OTT tersebut. Sehingga, nantinya proses hukum yang berlangsung juga bisa berjalan dengan baik. 

"Kementerian BUMN menghormati azas praduga tak bersalah, bersama PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT INTI (Persero) siap bekerja sama dengan KPK dalam menangani kasus ini," kata Gatot. 

3. Pejabat BUMN yang terkena OTT berasal dari PT Angkasa Pura II dan PT INTI

Pejabatnya Terjaring OTT KPK, Begini Respons Kementerian BUMN(Logo KPK di luar gedung Merah Putih) IDN Times/Santi Dewi

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan empat orang yang di OTT pihaknya. Keempatnya sudah dimintai keterangan. 

"Empat orang ini berasal dari unsur jajaran direksi di BUMN AP 2, kemudian ada pegawai dari BUMN yang lain, PT INTI (Industri Telekomunikasi) Persero dan pihak-pihak lain yang terkait di lokasi," kata Febri ketika ditemui di gedung KPK pada Kamis dini hari (1/8). 

Mantan aktivis antikorupsi itu menjelaskan ada pula dari lima orang tersebut yang diamankan di sebuah pusat perbelanjaan tak lama usai terjadi transaksi penyerahan duit. 

4. Transaksi penyerahan uang dilakukan terkait proyek yang dikerjakan di PT Angkasa Pura 2

Pejabatnya Terjaring OTT KPK, Begini Respons Kementerian BUMNIlustrasi suap. (IDN Times/Sukma Shakti)

Febri juga mengungkapkan jika suap diduga diserahkan terkait proyek tengah dikerjakan oleh BUMN PT INTI di PT Angkasa Pura 2. Namun, ia mengaku belum mengetahui proyek apa yang dikerjakan oleh PT INTI di perusahaan plat merah tersebut. Informasi lebih detail baru disampaikan dalam pemberian keterangan pers yang berlangsung Kamis (1/8) di Gedung KPK. 

Baca Juga: Kemenhub Ingin Ada BUMN Kelola Terminal Bus di Indonesia

Topik:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya