Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bangun Tol Pelabuhan 2, WIKA Kantongi Kontrak Rp5,22 Triliun

Bangun Tol Pelabuhan 2, WIKA Kantongi Kontrak Rp5,22 Triliun
Proyek Jalan Tol Pelabuhan II atau Harbour Road 2 (HBR 2) seksi Ancol Timur-Pluit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • WIKA memperoleh kontrak senilai Rp5,22 triliun untuk pembangunan Tol Pelabuhan II Ancol Timur–Pluit sepanjang 9,7 km milik PT Citra Marga Nusaphala Persada.
  • Progres konstruksi proyek mencapai 32,31 persen dengan pembebasan lahan baru sekitar 45 persen, melibatkan dua kontraktor utama yaitu WIKA dan PT Girder Indonesia.
  • WIKA terus fokus pada restrukturisasi keuangan dan efisiensi biaya sambil menyelesaikan 85 proyek aktif bernilai total Rp31,35 triliun sebagai bagian dari pemulihan kinerja perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengantongi nilai kontrak Rp5,22 triliun dari proyek Jalan Tol Pelabuhan II atau Harbour Road 2 (HBR 2) seksi Ancol Timur-Pluit.

Adapun proyek jalan tol sepanjang 9,7 kilometer (km) itu dimiliki oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) yang juga mengelola Tol HBR 1.

1. Pengerjaan konstruksi mencapai 32,31 persen

IMG_0314.jpeg
Proyek Jalan Tol Pelabuhan II atau Harbour Road 2 (HBR 2) seksi Ancol Timur-Pluit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Manager Proyek Pembangunan Jalan Tol HBR 2 WIKA, Hari Purnama mengatakan hingga kuartal I-2026, pengerjaan konstruksi proyek tersebut telah mencapai 32,31 persen.

“Jalan tol ini memang dibangun salah satunya untuk mengurai kemacetan di Jabodetabek,” ucap Hari dalam media briefing di kantor proyek HBR 2 WIKA, di Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).

2. Masih ada pembebasan lahan yang berlangsung

IMG_0288.jpeg
Proyek Jalan Tol Pelabuhan II atau Harbour Road 2 (HBR 2) seksi Ancol Timur-Pluit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Hari mengatakan, proyek tol layang (elevated) itu juga masih menghadapi proses pembebasan lahan. Adapun pembebasan lahan proyek baru mencapai 45 persen.

“Kalau secara overall, 45 persen untuk porsinya WIKA. Karena ada 2 kontraktor di sini, WIKA dan juga GI (PT Girder Indonesia),” kata Hari.

3. Sebagai bagian dari pemulihan kesehatan perusahaan

IMG_0316.jpeg
Proyek Jalan Tol Pelabuhan II atau Harbour Road 2 (HBR 2) seksi Ancol Timur-Pluit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Saat ini, WIKA sendiri masih melanjutkan upaya penyehatan kinerja keuangan dan juga restrukturisasi utang. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW) mengatakan, pihaknya tetap berupaya mengerjakan kontrak yang sedang berlangsung dengan baik, termasuk proyek strategis seperti Tol HBR II.

WIKA juga berupaya kembali ke bisnis inti, yakni sebagai kontraktor proyek, bukan sebagai pemilik atau pemrakarsa

“Alhamdulillah tidak terhambat ya proyek-proyek besar, kita juga bisa melaksanakan proyek ini dengan baik,” ujar Agung BW.

Secara keseluruhan, saat ini WIKA masih mengerjakan 85 proyek yang sedang berlangsung, dengan total nilai kontrak Rp31,35 triliun.

“Jadi memang WIKA sekarang fokus kepada lima hal. Yang pertama adalah kita memang cash focus ya, cash focus. Yang kedua adalah dari cost kita harus melakukan efisiensi di dalam. Yang ketiga, kita harus menaikkan market atau pasar karena memang itu dulu bagian kita. Yang keempat melakukan inovasi-inovasi untuk mendukung daripada HPP supaya lebih baik,” ujar Agung BW.

Sepanjang 2025, perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun, yang berkontribusi pada total kontrak berjalan sebesar Rp50,52 triliun.

Atas kontrak berjalan tersebut, WIKA mencatatkan penjualan sebesar Rp20,45 triliun, terdiri dari Penjualan non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp13,33 triliun, dan Penjualan KSO sebesar Rp7,12 triliun, sehingga Perseroan membukukan laba kotor (gross profit) sebesar Rp1,13 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More