Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenhub Ingin Ada BUMN Kelola Terminal Bus di Indonesia

Kemenhub Ingin Ada BUMN Kelola Terminal Bus di Indonesia
IDN Times/Hana Adi Perdana

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi berharap ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mau mengelola terminal bus di Indonesia. Sampai saat ini, belum ada BUMN yang mengelola terminal bus. Hal itu diungkapkan Budi dalam Investor Gathering di Merlyn Park Hotel, Jakarta, Rabu (31/7).

Dia bahkan telah berkomunikasi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menawarkan pengelolaan terminal bus oleh BUMN. "Kami pernah menyampaikan itu dan ibu menteri bilang "Iya ya di terminal tidak ada," ucap Budi menirukan respon Rini.

1. Salah satu prasarana yang belum dikelola BUMN

Ilustrasi bus AKAP saat mudik Lebaran. ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Ilustrasi bus AKAP saat mudik Lebaran. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Budi menjelaskan, hampir seluruh prasarana transportasi di Tanah Air sudah dikelola oleh BUMN. Sebut saja pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo (Persero), kemudian bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I dan II. Adapun untuk prasarana kereta api dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan sarananya oleh PT KAI (Persero).

"Tapi pengelolaan BUMN di terminal tidak ada. Kami berahrap ada BUMN yang berminat," tuturnya.

2. Ada 40 terminal bus jadi prioritas ditawarkan dari 128 terminal bus tipe A

Ilustrasi. IDN Times/Imam Rosidin
Ilustrasi. IDN Times/Imam Rosidin

Budi mengatakan, dari total 128 terminal bus tipe A yang ditawarkan, ada 40 terminal bus yang diprioritaskan untuk dikelola BUMN maupun swasta. Pasalnya, 40 terminal bus tersebut telah memiliki Detail Engineering Design (DED), sementara itu 88 di antaranya belum memiliki desainnya.

"Mungkin sekarang sedang dalam proses (penjajakan). Kami mengajak terhadap perubahan yang kami lakukan," kata dia.

3. Tak ingin andalkan pembiayaan APBN

kemenkeu.go.id
kemenkeu.go.id

Dengan menggandeng swasta maupun BUMN dalam mengelola terminal bus, kata Budi, pihaknya bisa mengoptimalkan keterbatasan anggaran. Sehingga nantinya kualitas pelayanan terhadap masyarakat bisa tetap optimal.

"Sejak tahun 2018 sesuai arahan menhub klo hanya andalkan APBN mungkin pelayanan masyarakat tidak akan begitu cepat untuk perbaikan. Yang kita ingin lakukan kan pada akhirnya ingin mengubah mindset masyarakat terhadap pelayanan di transportasi darat. Ada terminal, jembatan timbang, dan dermaga," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More

Purbaya Heran Orang Internal Kemenkeu Sebut APBN hanya Tahan 2 Minggu

06 Apr 2026, 16:41 WIBBusiness