Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pembiayaan Emas Flexi Gold Bank Mega Syariah Naik 85 Persen di Q1

Pembiayaan Emas Flexi Gold Bank Mega Syariah Naik 85 Persen di Q1
Mega Syariah Flexi Gold adalah produk pembiayaan kepemilikan emas logam mulia 24 karat dari Bank Mega Syariah yang menggunakan prinsip syariah. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan emas Flexi Gold lebih dari 85 persen pada kuartal I 2026, seiring meningkatnya minat investasi di tengah fluktuasi harga emas global.
  • Fluktuasi harga emas dipicu faktor global seperti inflasi dan geopolitik, namun tetap dianggap instrumen investasi jangka panjang yang stabil dengan strategi buy the dip sebagai peluang optimalisasi nilai.
  • Produk Flexi Gold berbasis prinsip syariah memudahkan nasabah memiliki emas secara bertahap dan aman, menjadi bagian diversifikasi produk konsumer yang turut mendorong pertumbuhan pembiayaan Bank Mega Syariah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bank Mega Syariah mencatat realisasi pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal 2026. Kinerja ini sejalan dengan momentum fluktuasi harga emas global yang mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi, khususnya melalui strategi buy the dip.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengungkapkan sepanjang tiga bulan pertama 2026, penyaluran Flexi Gold tercatat tumbuh lebih dari 85 persen dibandingkan posisi Desember 2025.

"Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram atau meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan akhir tahun lalu," ungkapnya dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

1. Fenomena fluktasi harga emas disebabkan gejolak global

WhatsApp Image 2026-04-06 at 11.46.54.jpeg
Mega Syariah Flexi Gold adalah produk pembiayaan kepemilikan emas logam mulia 24 karat dari Bank Mega Syariah yang menggunakan prinsip syariah. (Dok/Istimewa).

Ia menjelaskan, pergerakan harga emas global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren fluktuatif. Kondisi ini menjadi perhatian investor, khususnya masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) sekaligus investasi jangka panjang.

“Fluktuasi harga emas merupakan fenomena yang lazim, dipengaruhi berbagai faktor global seperti kondisi ekonomi, inflasi, kebijakan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik,” ujarnya.

2. Emas jadi instrumen investasi jangka panjang yang stabil

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Secara historis, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dan kerap dipilih untuk menjaga nilai aset. Ia menambahkan, kondisi tersebut membuka peluang bagi nasabah untuk memanfaatkan momentum koreksi harga melalui strategi buy the dip, yakni membeli aset saat harga mengalami penurunan sementara.

“Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, tetapi juga pada potensi pertumbuhan nilai jangka panjang. Strategi buy the dip dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah dengan tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi,” ungkap Benadicto.

3.

Screenshot 2026-04-06 205859.jpg
Mega Syariah Flexi Gold adalah produk pembiayaan kepemilikan emas logam mulia 24 karat dari Bank Mega Syariah yang menggunakan prinsip syariah. (Dok/Istimewa).

Melalui produk Flexi Gold, perseroan menghadirkan solusi pembiayaan yang memudahkan nasabah memiliki emas secara lebih terjangkau, sehingga peluang investasi dapat dimanfaatkan secara optimal di tengah dinamika harga.

“Flexi Gold merupakan solusi pembiayaan kepemilikan emas berbasis prinsip syariah yang memudahkan nasabah berinvestasi secara terencana dan bertahap. Dengan skema yang transparan dan sesuai prinsip syariah, produk ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses instrumen investasi yang aman sekaligus bernilai jangka panjang,” ujar Benadicto.

Flexi Gold menggunakan akad murabahah dan rahn sesuai prinsip syariah, dengan pilihan emas logam mulia mulai dari 5 gram hingga 100 gram. Selain itu, nasabah juga memperoleh berbagai keuntungan, seperti bebas biaya cetak fisik, pengiriman, serta asuransi pengiriman, sehingga proses kepemilikan emas menjadi lebih praktis, aman, dan nyaman.

Sementara itu, dari sisi strategi, Flexi Gold menjadi bagian dari diversifikasi produk konsumer Bank Mega Syariah. Perseroan memanfaatkan karakter emas yang likuid dan relatif stabil sebagai daya tarik utama, sekaligus mengoptimalkan model pembiayaan syariah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sejalan dengan kinerja produk tersebut, pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga Maret 2026, pembiayaan konsumer perseroan tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan (year on year).

Ke depan, Bank Mega Syariah melihat potensi pembiayaan emas masih terbuka lebar, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More