Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Bitcoin Longsor ke Level Terendah Gegara Trump, Kok Bisa?

Bitcoin tembus 2 miliar.png
Ilustrasi Bitcoin (unplash.com/André François McKenzie)
Intinya sih...
  • Investor yakin dengan dukungan Trump terhadap mata uang kripto
  • Penurunan harga Bitcoin dipicu oleh Trump
  • Harga Bitcoin diproyeksikan pulih kembali
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga Bitcoin telah jatuh ke level terendah dalam 15 bulan terakhir meskipun Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan secara pribadi mendukung mata uang kripto.

Mengutip BBC per Jumat (6/2/2026), satu Bitcoin kini senilai 66 ribu dolar AS atau level terendah sejak Oktober 2024, sebulan sebelum Trump memenangkan pemilu di AS. Harga Bitcoin pun terpantau mengalami penurunan sebesar 24 persen sejak awal 2026.

Penurunan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan harga Bitcoin melonjak, yang membuat mata uang kripto itu mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 122.200 dolar AS pada Oktober tahun lalu.

1. Investor sempat yakin dengan dukungan Trump terhadap mata uang kripto

ilustrasi Bitcoin
ilustrasi Bitcoin (unsplash.com/Jievani Weerasinghe)

Kenaikan harga Bitcoin selama berbulan-bulan tidak lepas dari investor yang merasa optimis dengan keterlibatan Trump di sektor tersebut dan dukungan terang-terangan terhadap mata uang kripto, serta janji-janjinya untuk mempermudah peraturan perundang-undangan di industri kripto.

Salah satu tindakan pertama Trump setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 adalah mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan menjadikan AS sebagai "pusat kripto di planet ini."

Pada tahun pertamanya kembali menjabat, Trump meluncurkan merek mata uang kripto pribadi, dengan sebagian besar keuntungan dialokasikan ke perusahaannya sendiri. Kemudian dia melanjutkan keterlibatannya dengan World Liberty Financial, sebuah wahana investasi untuk aset kripto lainnya yang dimiliki oleh keluarga Trump.

Selama pemerintahan Trump hingga saat ini, dia telah menandatangani undang-undang untuk mendukung sokongan federal terhadap mata uang kripto, membubarkan tim Departemen Kehakiman yang fokus pada penegakan regulasi kripto, dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah menghentikan pekerjaan penegakan hukum dan investigasi terkait kripto.

Adapun pada November 2025, anggota Partai Demokrat di Komite Kehakiman Senat mengecam "agenda pro-kripto" Trump. Dia mencatat bahwa Trump telah mengumpulkan aset kripto senilai lebih dari 11 miliar dolar AS dan memperoleh pendapatan pribadi sebesar 800 juta dolar AS dari transaksi kripto sejak menjabat.

Dengan penurunan pada Kamis (5/2/2026), harga Bitcoin telah turun 32 persen dalam 12 bulan terakhir dan cenderung menuju harga yang terlihat pada awal 2024 dan 2021.

2. Penurunan harga Bitcoin dipicu oleh Trump

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato dalam acara Transformasi Kesehatan Pedesaan di Ruang Timur Gedung Putih, Jumat (16/01/2026).
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato dalam acara Transformasi Kesehatan Pedesaan di Ruang Timur Gedung Putih, Jumat (16/01/2026). (commons.wikimedia.org/Foto resmi Gedung Putih oleh Joyce N. Boghosian)

Harga Bitcoin cenderung fluktuatif, tetapi analis dari Deutsche Bank mengatakan dalam sebuah catatannya, penurunan terbaru dipicu oleh pencalonan Kevin Warsh oleh Trump sebagai Ketua baru Federal Reserve.

Beberapa pihak percaya Kevin akan mengambil pendekatan yang lebih "agresif", menjaga suku bunga tetap tinggi, sedangkan kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung mendukung investasi pada aset seperti mata uang kripto.

Deutsche mencatat, harga Bitcoin telah mengalami tren penurunan selama empat bulan terakhir dan sentimen negatif terhadap mata uang kripto secara lebih luas semakin meningkat.

"Penjualan yang terus-menerus ini menurut pandangan kami menandakan bahwa investor tradisional kehilangan minat, dan pesimisme secara keseluruhan tentang kripto semakin meningkat," menurut Analis Deutsche Bank, dikutip dari BBC.

Meskipun Deutsche tidak memperkirakan kripto akan menghilang, mereka juga tidak memprediksi Bitcoin akan kembali ke level tertinggi yang pernah dipicu Trump.

3. Harga Bitcoin diproyeksikan pulih kembali

ilustrasi crypto bitcoin
ilustrasi crypto bitcoin (pexels.com/Worldspectrum)

Di sisi lain, William Bathydt selaku Kepala Eksekutif Abra Capital Management, perusahaan investasi yang fokus pada aset kripto setuju mata uang kripto sedang mengalami kematangan dan memperkirakan harganya akan pulih kembali.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa harganya pasti akan pulih, tetapi saya tidak melihat bagaimana hal itu tidak akan terjadi," kata Barhydt, seraya mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya Bitcoin mengalami fluktuasi nilai yang signifikan.

"Satu-satunya cara agar hal itu tidak terjadi adalah jika kita akhirnya terlibat dalam semacam perang," beber dia.

Sementara itu, mata uang kripto lainnya seperti Ethereum dan Solana juga turun 37 persen sampai saat ini. Menurut CoinGecko yang melacak kinerja ribuan mata uang kripto, pasar telah kehilangan nilai lebih dari 1 triliun dolar hanya dalam sebulan terakhir dan 2 triliun dolar sejak pasar mencapai puncaknya pada bulan Oktober.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Daftar 10 Sektor Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di RI

06 Feb 2026, 22:28 WIBBusiness