Nisbah kas = (Kas + setara kas) : utang lancar
Nisbah Kas: Pengertian, Jenis, Bentuk Pengendalian dan Rumus

- Pengertian nisbah kas: Nisbah antara aktiva lain atau kas layaknya surat berharga maupun kewajiban lancar, digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan menutupi hutang.
- Jenis-jenis kas: Petty cash atau kas kecil, kas di bank, dan bentuk simpanan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan pada rekening bank.
- Bentuk pengendalian nisbah kas: Penerimaan kas pada waktu yang ditentukan, pengadaan penerimaan dengan pemisahan fungsi, dan pengendalian secara internal untuk menjaga kas.
Nisbah kas memiliki peranan penting terhadap berbagai jenis kas yang dikelola oleh badan usaha atau seseorang yang ingin mengembangkan usahanya. Tentunya karena dengan perhitungan ini, kamu bisa melihat kondisi kas dan setara kas dalam perusahaan yang bisa dimanfaatkan.
Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan mengenai Nisbah Kas mulai dari pengertian, hingga cara menghitungnya. Simak artikel berikut ini, ya.
Table of Content
1. Pengertian nisbah kas

Nisbah kas atau rasio kas merupakan nisbah antara aktiva lain atau kas layaknya surat berharga maupun kewajiban lancar. Nisbah tersebut dapat digunakan untuk mengetahui, seberapa besar atau sejauh mana kemampuan perusahaan untuk menutupi hutangnya pada tahun-tahun yang bersangkutan.
Jadi, perusahaan atau bisnis yang menjalankan usahanya dapat mengetahui dengan jelas, apa saja utang atau pengeluaran yang mempengaruhi keuangannya. Nantinya, catatan tersebut dapat dimasukkan dalam buku kas dan dianalisis secara berkelanjutan.
Jika dilihat dari dunia akuntansi, kas menjadi aktiva lancar yang sering mengalami mutasi karena sifatnya sangat likuid. Kas memiliki karakteristik tertentu yang membuatnya berbeda dan bisa dikenali dengan baik ketika disandingkan bersama aset lain.
2. Jenis-jenis kas

Nisbah untuk memperhitungkan atau mempertimbangkan kas ini sebenarnya memiliki banyak tujuan. Beberapa jenis kas tersebut adalah petty cash atau kas kecil, yakni bentuk uang tunai yang sudah disiapkan pihak perusahaan guna menyelesaikan berbagai bentuk pengeluaran.
Nilainya relatif kecil dan menjadi tidak ekonomis, apabila pembayaran dilakukan melalui cek. Kas di bank menjadi bentuk simpanan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan pada rekening bank dengan nilai yang cenderung besar dan dilindungi oleh keamanan tingkat tinggi.
3. Bentuk pengendalian nisbah kas

Nisbah kas atau penerimaannya dapat dikendalikan sebelum pencatatan dilakukan. Penerimaan kas pada waktu yang ditentukan, juga disarankan untuk disetorkan atau disimpan di bank pada hari atau jam-jam serupa.
Pengadaan penerimaan dengan pemisahan fungsi akan mewujudkan sistem kerja kas yang lebih baik. Petugas yang menangani penerimaan kas dan menggunakan mesin cash register dapat membantu untuk mewujudkan hal tersebut.
Pengendalian secara internal dapat dipakai untuk menjaga kas, serta memastikan keakuratan dari sistem akuntansi yang sangat mudah sebetulnya untuk dijadikan penyelewengan. Jaminan yang wajar bahwa aktiva lancar dapat diwujudkan dan digunakan untuk mencapai tujuan usaha.
Informasi bisnis menjadi lebih akurat dan karyawan maupun pekerja dapat menaati peraturan yang berlaku. Kantor atau perusahaan dapat beroperasi dengan baik karena ketentuan tersebut.
4. Rumus perhitungan nisbah kas

Tentunya ada rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitung nisbah kas, yaitu:
Contoh perhitungannya:
Misalnya Perusahaan X memiliki aktiva lancar Rp 170 juta. Di antara aktiva lancar itu, simpanan berupa uang tunai Rp20 juta dan rekening giro Rp70 juta. Sementara itu, perusahaan memiliki utang lancar Rp 150 juta. Maka, penghitungan nisbah kas perusahaan X yaitu,
= (Rp20 juta + Rp70 juta) : Rp150 juta
= Rp90 juta : Rp150 juta
= 0,6 kali atau 60 persen
Memperhitungkan nisbah kas akan sangat berguna pada pengembangan usaha di masa mendatang. Kuncinya adalah tetap memperhatikan setiap faktor dan sumber dari perhitungan supaya dapat memperoleh hasil yang semestinya.
FAQ seputar Apa Itu Nisbah Kas
| Apa itu nisbah kas rasio? | Nisbah kas rasio adalah ukuran keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya hanya dengan aset kas dan setara kas. Rasio ini fokus pada seberapa likuid perusahaan bila harus membayar utang tanpa bergantung pada piutang atau persediaan. |
| Mengapa kas rasio penting untuk menilai kinerja perusahaan? | Kas rasio penting karena memberi gambaran tentang likuiditas nyata perusahaan. Semakin tinggi kas rasio, artinya perusahaan memiliki lebih banyak kas untuk menutupi kewajiban jangka pendek, sehingga menunjukkan posisi keuangan yang lebih sehat dan minim risiko likuiditas. |
| Bagaimana cara menghitung kas rasio? | Rumus kas rasio = (Kas + Setara Kas) ÷ Kewajiban Lancar. Hasilnya dalam bentuk persentase menunjukkan proporsi kewajiban yang dapat ditutup oleh kas yang tersedia saat itu. |
| Berapa nilai kas rasio yang dianggap baik? | Tidak ada angka absolut, tetapi secara umum kas rasio > 20 % dianggap sehat dalam banyak sektor industri. Nilai yang terlalu rendah berarti likuiditas perusahaan lemah, sedangkan yang terlalu tinggi bisa menunjukkan kas yang kurang produktif. |
| Apa perbedaan antara kas rasio dengan rasio lancar atau rasio cepat? | Kas rasio hanya menghitung kas dan setara kas, tidak termasuk piutang atau persediaan. Rasio lancar (current ratio) menghitung semua aset lancar, sedangkan rasio cepat (quick ratio) menghitung kas dan piutang tetapi tidak termasuk persediaan. Dengan demikian, kas rasio adalah yang paling konservatif dalam menilai likuiditas. |














