Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkeu Purbaya Akui Kekhawatiran MBG Picu Outlook Moody’s Jadi Negatif

IMG-20260206-WA0047.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kementerian Keuangan. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kekhawatiran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memicu penurunan prospek pasar surat utang Indonesia oleh Moody’s Ratings.
  • Pemerintah akan memantau implementasi MBG agar efektif dan efisien, serta melakukan evaluasi terhadap seluruh belanja pemerintah untuk menekan pemborosan.
  • Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki iklim ekonomi guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan fokus pada debottlenecking dan peningkatan fundamental ekonomi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak menampik bahwa keputusan Moody’s Ratings menurunkan prospek (outlook) pasar surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif dipicu oleh kekhawatiran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, pemerintah akan terus memantau implementasi MBG agar berjalan efektif dan efisien.

“Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana (MBG). Itu mungkin yang juga dikhawatirkan Moody’s,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jumat (6/2/2026).

Purbaya menambahkan, perbaikan pengelolaan anggaran tidak hanya difokuskan pada program MBG, tetapi mencakup seluruh belanja pemerintah agar pemborosan dapat ditekan. Evaluasi juga dilakukan terhadap anggaran yang disalurkan ke daerah melalui transfer ke daerah (TKD).

“Saya akan lihat satu per satu. MBG seperti apa, kita koreksi. Program lain seperti apa, juga akan kita perbaiki. Yang terpenting, belanja pemerintah harus tepat sasaran, tepat waktu, dan kebocoran ditekan seminimal mungkin, termasuk di pemerintahan daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, Purbaya memastikan pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki iklim ekonomi guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyelesaikan berbagai hambatan usaha melalui kebijakan debottlenecking.

“Pelan-pelan akan ada prospek peningkatan peringkat, mungkin setelah akhir tahun ketika ekonomi tumbuh 6 persen atau lebih. Fokus saya sekarang adalah memperbaiki fundamental ekonomi,” tuturnya.

Ia kembali menegaskan, evaluasi terhadap setiap program akan dilakukan secara bertahap agar belanja pemerintah benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, serta kebocoran dapat ditekan seminimal mungkin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Business

See More

10 Cara Menolak Teman yang Pinjam Uang tanpa Merusak Hubungan

07 Feb 2026, 11:49 WIBBusiness