Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp30 Ribu, Termahal Tembus Rp2,86 M

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp30 Ribu, Termahal Tembus Rp2,86 M
Emas Antam. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Intinya sih...
  • Harga emas Antam naik Rp30 ribu menjadi Rp2,92 juta per gram
  • Harga emas Antam dalam pecahan lain: 0,5 gram hingga 1.000 gram dengan harga mulai dari Rp1.510.000 hingga Rp2.860.600.000
  • Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah, namun cenderung naik untuk jangka panjang dan bisa menjadi asuransi untuk portofolio investor
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada Sabtu (7/2/2026) naik Rp30 ribu menjadi. Harga emas Antam dibanderol pada harga Rp2,92 juta per gram.

Berdasarkan situs Logam Mulia, harga buyback emas Antam juga naik. kenaikan buyback emas Antam mencapai Rp66 ribu gram, sehingga dibanderol Rp2.706.000 per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.

1. Harga emas Antam dalam pecahan lain

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.510.000.
  • Harga emas 1 gram: Rp2.920.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp5.780.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp8.655.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp14.375.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp28.695.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp71.612.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp143.145.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp286.212.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp715.265.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp1.430.320.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.860.600.000.

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

3. Emas jadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Produksi Gula Nasional Capai 2,67 Juta Ton pada 2025

07 Feb 2026, 22:28 WIBBusiness