Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Dibanderol Rp2,625 Juta per Gram
emas batangan Antam (logammulia.com/emas Antam)
  • Harga emas Antam naik Rp15 ribu menjadi Rp2,625 juta per gram pada Kamis, 10 September 2026. Harga buyback ikut naik menjadi Rp2,475 juta per gram.
  • Penjualan kembali emas batangan ke Antam di atas Rp10 juta dikenai PPh 22: 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
  • Emas dinilai membantu diversifikasi portofolio dan kerap dipilih investor konservatif, tetapi kurang cocok untuk tujuan jangka pendek karena terdapat selisih harga beli dan jual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp15 ribu per gram pada Kamis (10/9/2026). Dengan demikian, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp2,625 juta per gram.

Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback juga naik dengan nominal yang sama, sehingga dibanderol Rp2,475 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP. 

1. Rincian harga emas Antam hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,362,5 juta

  • Harga emas 1 gram: Rp2,625 juta

  • Harga emas 2 gram: Rp5,190 juta

  • Harga emas 3 gram: Rp7,76 juta

  • Harga emas 5 gram: Rp12,9 juta

  • Harga emas 10 gram: Rp25,745 juta

  • Harga emas 25 gram: Rp64,237 juta

  • Harga emas 50 gram: Rp128,39 juta

  • Harga emas 100 gram: Rp256,71 juta

  • Harga emas 250 gram: Rp641,515 juta

  • Harga emas 500 gram: Rp1,28 miliar

  • Harga emas 1.000 gram: Rp2,56 miliar. 

2. Emas jadi instrumen untuk diversifikasi portofolio

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Investasi emas sering jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article