Mengenal Dead Cat Bounce, Saat Harga Aset Naik Sebelum Jatuh Lagi

- Dead cat bounce adalah pemulihan harga sementara yang muncul di tengah tren penurunan panjang atau pasar bearish.
- Pola ini dapat terlihat seperti pembalikan tren, tetapi baru teridentifikasi setelah harga kembali turun melewati titik terendah sebelumnya.
- Contoh pergerakan sementara terjadi pada saham Cisco dan pasar saham AS pada awal 2020.
Jakarta, IDN Times - Harga aset yang sempat jatuh tajam tidak selalu langsung melanjutkan penurunannya. Ada kalanya harga justru naik dalam waktu singkat sebelum kembali turun dan menembus level terendah sebelumnya.
Dilansir Investopedia, pola pergerakan tersebut dikenal sebagai dead cat bounce. Istilah ini merujuk pada pemulihan harga yang hanya berlangsung sementara di tengah tren penurunan panjang atau kondisi pasar bearish.
Nama dead cat bounce atau pantulan kucing mati berasal dari gagasan bahwa kucing yang sudah mati sekalipun akan memantul jika jatuh dari tempat yang cukup tinggi dan dengan cepat. Pola ini juga termasuk sucker's rally, yaitu reli yang dapat membuat investor mengira harga mulai berbalik naik.
1. Dead cat bounce termasuk pola kelanjutan tren

Ilustrasi investor. (IDN Times/Aditya Pratama) Dalam analisis teknikal, dead cat bounce masuk dalam kategori pola kelanjutan atau continuation pattern. Pada awalnya, kenaikan harga dapat terlihat seperti pembalikan tren. Namun, harga kemudian kembali turun dan meneruskan tren sebelumnya.
Pemulihan baru dapat dikategorikan sebagai dead cat bounce setelah harga kembali turun melewati titik terendah sebelumnya. Kenaikan sementara tersebut dapat terjadi ketika trader menutup posisi short atau investor membeli aset karena menganggap harganya sudah mencapai titik terendah.
Pola ini biasanya lebih mudah dikenali setelah terjadi. Analis dapat mencoba memperkirakan apakah suatu pemulihan hanya sementara dengan menggunakan analisis teknikal dan fundamental. Dead cat bounce dapat terjadi pada saham individual, kelompok saham, hingga pasar secara luas, termasuk ketika perekonomian berada dalam masa resesi.
Mengenali pola tersebut sebelum terjadi juga tidak mudah, termasuk bagi investor berpengalaman. Pada Maret 2009, misalnya, ekonom Universitas New York Nouriel Roubini menilai pemulihan pasar saham yang baru dimulai saat itu sebagai dead cat bounce.
Roubini memperkirakan pasar akan kembali berbalik dan turun ke titik terendah baru. Namun, perkiraan tersebut tidak terjadi. Maret 2009 justru menjadi awal dari pasar bullish yang berlangsung panjang dan kemudian membawa pasar melewati level tertingginya sebelum resesi.
2. Contoh dead cat bounce saham

ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama) Salah satu contoh historis terjadi pada saham Cisco Systems. Harga saham perusahaan tersebut mencapai puncak 82 dolar AS per saham pada Maret 2000. Setelah itu, saham Cisco jatuh hingga 15,81 dolar AS pada Maret 2001 di tengah krisis dot-com.
Pada November 2001, saham Cisco sempat naik hingga 20,44 dolar AS. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan. Harganya kembali turun hingga 10,48 dolar AS pada September 2002.
Pada Juni 2016, saham Cisco diperdagangkan di level 28,47 dolar AS per saham. Harga tersebut hampir sepertiga dari level puncaknya ketika gelembung teknologi pada 2000.
Contoh lainnya terjadi di pasar saham Amerika Serikat setelah pandemik COVID-19 mulai memicu kepanikan pada awal 2020.
Pada pekan 21 hingga 28 Februari 2020, pasar saham AS kehilangan sekitar 12 persen nilainya seiring munculnya berbagai pemberitaan mengenai pandemi dan meningkatnya kepanikan.
Pada pekan berikutnya, pasar naik sekitar 2 persen. Kenaikan tersebut sempat memberikan kesan bahwa tekanan terburuk telah berlalu.
Namun, pasar kemudian kembali jatuh hingga kehilangan sekitar 25 persen nilainya dalam dua pekan berikutnya. Pasar baru benar-benar mulai pulih pada musim panas 2020.
3. Sulit bedakan dead cat bounce dan pembalikan tren

ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama) Dead cat bounce pada umumnya baru dapat dikenali setelah peristiwa terjadi. Karena itu, reli setelah penurunan tajam belum tentu merupakan pola tersebut.
Trader yang melihat harga mulai naik dapat menganggapnya sebagai dead cat bounce. Padahal, kenaikan itu bisa saja merupakan pembalikan tren yang menandai dimulainya periode kenaikan lebih panjang.
Membedakan kedua kondisi tersebut secara tepat tidak mudah. Tidak ada cara yang selalu bisa digunakan untuk menentukan apakah kenaikan harga merupakan dead cat bounce atau pembalikan arah pasar. Menentukan titik terendah pasar pun tidak memiliki jawaban sederhana yang berlaku dalam setiap kondisi.




![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang dari Berbagai Negara, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241107/live-richer-ryq-gmdshhe-unsplash-fb4c605abf3a13e72dd29773febae8af.jpg)













