Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Antam Turun Hari Ini usai Cetak Rekor Berkali-Kali

Harga Emas Antam Turun Hari Ini usai Cetak Rekor Berkali-Kali
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya sih...
  • Harga emas Antam turun Rp6 ribu per gram setelah mencetak rekor baru
  • Rincian harga emas hari ini: mulai dari Rp1.384.500 untuk 0,5 gram hingga Rp2.609.600.000 untuk 1.000 gram
  • Emas menjadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang dan pilihan investor konservatif
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada Jumat (16/1/2026) akhirnya turun Rp6 ribu per gram setelah spanjang pekan ini beberapa kali mencetak rekor baru. Emas Antam hari ini dibanderol Rp2,669 juta per gram.

Berdasarkan data situs Logam Mulia, harga buyback juga turun dengan nominal yang sama sehingga dibanderol Rp2,515 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP

2. Rincian harga emas hari ini

Berikut rincian harga emas hari ini:

  • ‎Harga emas 0,5 gram: Rp1.384.500.
  • Harga emas 1 gram: Rp2.669.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp5.288.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp7.914.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp13.160.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp26.240.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp65.435.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp130.705.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp261.260.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp652.840.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp1.305.400.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.609.600.000.

‎Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP. Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas jadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Emas jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli.

Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Investasi Hilirisasi Tembus Rp584,1 Triliun pada 2025

16 Jan 2026, 12:32 WIBBusiness