Mendag: Harga Minyak Goreng Naik karena Plastik

- Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kenaikan harga minyak goreng disebabkan lonjakan harga kemasan plastik, bukan karena masalah pasokan atau stok.
- Budi memastikan produksi plastik tetap berjalan dengan dukungan impor bahan baku agar kebutuhan industri kemasan tetap terpenuhi.
- Data Kemendag menunjukkan sejak awal April 2026, harga minyak goreng curah, premium, dan Minyakita masing-masing naik antara 0,16 hingga 2,28 persen per liter.
Jakarta, IDN Times - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengakui harga minyak goreng naik akibat harga kemasan plastik yang melonjak. Kenaikan harga minyak goreng terjadi pada minyak goreng kemasan curah, minyak goreng premium, dan Minyakita.
“Ya itu tadi kan salah satu faktornya karena kemasan. Kan rata-rata kemasan dari plastik semua,” kata Budi Santoso di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
1. Mendag sebut pasokan bukan jadi isu

Budi memastikan, dari sisi pasokan atau stok minyak goreng tak ada masalah. Faktor yang menyebabkan harga minyak goreng naik hanya kemasan plastik.
“Jadi ketersediaan pasokan ada. Memang salah satu imbas kenakan itu karena harga plastik. Nah tadi kami Pas di dalam tadi juga Komunikasi WA dengan Industri plastik. Ya pada prinsipnya produksi plastik tetap jalan terus dengan impor bahan baku yang terus kita usahakan supaya tercukupi,” ucap Budi.
2. Berharap bahan pokok lain tak alami kenaikan harga

Budi berharap, bahan pokok lain yang tidak menggunakan kemasan plastik tak mengalami kenaikan harga di tengah situasi saat ini.
“Jadi prinsipnya kita tidak ingin, kalau ketika plastik bermasalah, jangan sampai yang lain juga Ini ya juga yang tidak menggunakan plastik naik,” ujar Budi.
3. Harga minyak goreng melonjak sejak awal April

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SPKP) Kemendag, harga minyak goreng curah hari ini tembus Rp19.473 per liter. Harga tersebut naik 2,28 persen jika dibandingkan pada 1 April 2026 di level Rp19.039.
Kemudian, harga minyak goreng kemasan premium tembus Rp21.796 per liter, naik 1,74 persen dibandingkan awal bulan yang masih di Rp21.423. Adapun harga Minyakita tembus Rp15.942 per liter, naik 0,16 persen dibandingkan awal April di level Rp15.916 per liter.


















