Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Antam Melesat Rp25 Ribu Tembus Rp2,6 Juta Segram

Harga Emas Antam Melesat Rp25 Ribu, Ini Rincian Semua Ukuran
Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Harga emas Antam naik pada Sabtu (10/1/2026)
  • Emas Antam dalam pecahan lain per 10 Januari
  • Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) melesat pada Sabtu (10/1/2026). Untuk pecahan 1 gram, harganya naik Rp25 ribu menjadi Rp2.602 juta, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp2.577 juta per gram.

Harga buyback emas Antam juga ikut naik. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, buyback emas naik Rp23 ribu per gram dan saat ini berada di level Rp2,455 juta per gram.

Harga buyback adalah harga yang ditetapkan PT Antam untuk membeli kembali atau menebus emas batangan dari konsumen. Jadi, jika pemegang logam mulia ingin menjual kembali emas mereka kepada Antam, mereka akan menerima pembayaran sesuai harga buyback tersebut.

1. Harga emas Antam dalam berbagai ukuran

Berikut harga emas Antam per 10 Januari 2026:

  • ​Emas Antam 0.5 gram: Rp1.351.000
  • Emas Antam 1 gram: Rp2.602.000
  • Emas Antam 2 gram: Rp5.144.000
  • ​Emas Antam 3 gram: Rp7.691.000
  • Emas Antam 5 gram: Rp12.785.000
  • Emas Antam 10 gram: Rp25.515.000
  • ​Emas Antam 25 gram: Rp63.662.000
  • Emas Antam 50 gram: Rp127.245.000
  • Emas Antam 100 gram: Rp254.412.000
  • Emas Antam 250 gram: Rp635.765.000
  • Emas Antam 500 gram: Rp1.271.320.000
  • Emas Antam 1.000 gram: Rp2.542.600.000

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," kata Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

3. Cara menghitung keuntungan investasi emas

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp1,021 juta per gram dan harga jual kembali Rp917 ribu per gram. Ada selisih Rp104 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp1,031 juta pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp104 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Strategi Market Penetration yang Gak Mengorbankan Keuntungan Bisnis

12 Jan 2026, 11:12 WIBBusiness