Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Emas Antam Turun Rp17 Ribu, Dibanderol Rp2,610 Juta per Gram

Harga Emas Antam Turun Rp17 Ribu, Dibanderol Rp2,610 Juta per Gram
ilustrasi emas batangan/emas antam (freepik)
  • Harga emas Antam turun Rp17 ribu menjadi Rp2,610 juta per gram pada Rabu, 9 September 2026, sementara harga buyback turun Rp20 ribu ke Rp2,460 juta per gram.
  • Harga emas batangan Antam bervariasi berdasarkan pecahan, dari Rp1,355 juta untuk 0,5 gram hingga Rp2,55 miliar untuk 1.000 gram.
  • Emas disebut berguna untuk diversifikasi portofolio dan diminati investor konservatif, tetapi kurang cocok untuk investasi jangka pendek karena terdapat selisih harga beli dan jual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Harga emas logammulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp17 ribu, sehingga dibanderol Rp2,610 juta per gram pada perdagangan Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, harga buyback hari ini menurut situs logammulia.com turun Rp20 ribu, berada di level Rp2,460 juta per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.

  1. 1. Daftar harga emas Antam hari ini

    Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

    Harga emas 0,5 gram: Rp1,355 juta

    Harga emas 1 gram: Rp2,610 juta

    Harga emas 2 gram: Rp5,160 juta

    Harga emas 3 gram: Rp7,715 juta

    Harga emas 5 gram: Rp12,82 juta

    Harga emas 10 gram: Rp25,595 juta

    Harga emas 25 gram: Rp63,862 juta

    Harga emas 50 gram: Rp127,64 juta

    Harga emas 100 gram: Rp255,21 juta

    Harga emas 250 gram: Rp637 juta

    Harga emas 500 gram: Rp1,27 miliar

    Harga emas 1.000 gram: Rp2,55 miliar

  2. 2. Emas jadi instrumen yang berguna untuk diversifikasi portofolio

    Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

    Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

    Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

  3. 3. Investasi sering jadi pilihan investor konservatif

    Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

    Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More