Kopi menjadi salah satu bahan baku utama bagi banyak kedai dan kafe kecil di Indonesia. Ketika harga biji kopi meningkat tajam, pemilik usaha harus menghadapi pilihan yang tidak mudah antara menaikkan harga jual atau mempertahankan harga demi menjaga pelanggan. Kondisi ini membuat kenaikan harga kopi menjadi persoalan serius, terutama bagi bisnis yang memiliki margin keuntungan terbatas.
Pada 2026, tekanan harga kopi memang terasa di sejumlah daerah. Data harga tingkat petani yang tersedia menunjukkan kenaikan sekitar 44,4 persen secara tahunan, sementara di beberapa sentra produksi harga juga mengalami lonjakan akibat keterbatasan pasokan.
Namun, kenaikan harga bahan baku tidak otomatis membuat kafe kecil harus gulung tikar. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar bisnis tetap bertahan tanpa langsung membebankan seluruh kenaikan biaya kepada pelanggan.
