Jakarta, IDN Times – Pasar minyak dunia akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Harapan tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran langsung memicu penurunan tajam harga minyak pada Senin (25/5/2026). Walau para pejabat AS masih menyampaikan sinyal yang campur aduk terkait arah negosiasi, sentimen positif tersebut berhasil meredam gejolak di pasar energi.
Di pasar komoditas, minyak mentah Brent jatuh lebih dari 5 persen ke level 97,90 dolar AS per barel (setara Rp1,7 juta per barel). Sementara itu, minyak mentah yang diperdagangkan di AS ikut merosot sekitar 5,9 persen menjadi 90,93 dolar AS per barel (setara Rp1,6 juta per barel).
Angka tersebut memang masih jauh di atas posisi 70 dolar AS per barel (setara Rp1,2 juta per barel) sebelum konflik pecah pada akhir Februari. Meski begitu, penurunan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap peluang pulihnya pasokan energi global.
