Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia

BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia
ilustrasi ATM BRI. (dok.BRI)
Intinya Sih
5W1H
  • BRI menyetor Rp19,1 triliun kepada negara pada kuartal I 2026, terdiri dari Rp8,1 triliun pajak dan Rp11 triliun dividen sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan nasional.
  • Kinerja kuat menopang kontribusi BRI dengan laba bersih Rp15,5 triliun, aset tumbuh 7,2 persen menjadi Rp2.250 triliun, serta peningkatan kredit dan DPK yang solid.
  • BRI menegaskan fokus pada penciptaan nilai berkelanjutan melalui kepatuhan pajak dan dividen untuk memperkuat fiskal negara serta mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan kontribusinya terhadap penerimaan negara. Bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional pada 14 Juli, BRI mencatatkan setoran kepada negara sebesar Rp19,1 triliun pada kuartal I 2026.

Nilai tersebut terdiri dari Rp8,1 triliun setoran pajak dan Rp11 triliun dividen tahun berjalan. Di bawah supervisi Danantara, BRI menyebut kontribusi tersebut menjadi bagian dari komitmen mendukung pembangunan nasional.

1. BRI setor Rp19,1 triliun kepada negara pada kuartal I 2026

Gedung BRI. (Dok. BRI)
Gedung BRI. (Dok. BRI)

BRI menyampaikan total kontribusi kepada negara pada tiga bulan pertama 2026 mencapai Rp19,1 triliun. Rinciannya meliputi Rp8,1 triliun pajak dan Rp11 triliun dividen.

Kontribusi tersebut mencakup berbagai kewajiban perpajakan, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, Pajak Penghasilan Badan, hingga Pajak Daerah.

Jika melihat tiga tahun terakhir, BRI juga konsisten menjadi salah satu penyetor terbesar kepada negara. Pada 2023, total setoran mencapai Rp50,5 triliun, meningkat menjadi Rp57,6 triliun pada 2024, dan sebesar Rp55,8 triliun pada 2025.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

"Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa," ujarnya.

2. Kontribusi ditopang kinerja bisnis yang tetap tumbuh

Gedung BRI. (Dok. BRI)
Gedung BRI. (Dok. BRI)

Menurut Hery, kemampuan BRI memberikan kontribusi kepada negara didukung oleh fundamental bisnis yang tetap kuat.

Hingga kuartal I 2026, BRI Group membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun. Total aset tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Porsi dana murah (Current Account Saving Account atau CASA) juga meningkat menjadi Rp1.058,6 triliun atau setara 68,07 persen dari total DPK.

3. BRI ingin terus tingkatkan kontribusi bagi negara

Pegawai BRI millennial tengah berdiskusi. (Dok. BRI)
Pegawai BRI millennial tengah berdiskusi. (Dok. BRI)

Hery mengatakan penciptaan nilai (value creation) menjadi salah satu fokus BRI dalam menjalankan bisnis, termasuk melalui kontribusi terhadap penerimaan negara.

"Momentum Hari Pajak ini menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara," tambah Hery.

Menurut BRI, konsistensi pembayaran pajak dan dividen diharapkan dapat memperkuat struktur fiskal negara sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (WEB)

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan

Related Articles

See More