Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hotel BUMN Disatukan, InJourney Bakal Jadi Operatornya
ilustrasi kantor InJourney (dok. InJourney)
  • Seluruh hotel milik BUMN resmi dikonsolidasikan di bawah pengelolaan InJourney sebagai bagian dari transformasi sektor hospitality yang diorkestrasi Danantara.
  • Sebanyak 45 hotel telah menandatangani CSPA, dan sejumlah hotel lain ditargetkan ikut bergabung untuk memperkuat struktur manajemen serta nilai aset BUMN.
  • Konsolidasi ini diproyeksikan menjadikan InJourney operator hotel terbesar kedua di Indonesia dengan total 120 hotel, menggunakan skema CSPA demi tata kelola yang transparan dan efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak hotel punya BUMN sekarang mau jadi satu dan dikelola oleh InJourney. Sudah ada 45 hotel yang tanda tangan perjanjian supaya bisa digabung. Nanti jumlahnya bisa jadi 120 hotel, banyak sekali ya. Katanya ini biar semua hotel lebih kuat dan rapi. Sekarang mereka masih lanjut proses gabungnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seluruh hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mulai dikonsolidasikan di bawah pengelolaan InJourney. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi BUMN yang diorkestrasi Danantara. Sebagai tahap awal, sebanyak 45 hotel dari sejumlah BUMN telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada Jumat, 26 Juni 2026. Penandatanganan ini menjadi bagian dari proses penyatuan seluruh aset hotel BUMN di bawah payung InJourney.

"Penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah payung InJourney adalah lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality kita agar lebih berdaya saing. Dengan proyeksi 120 hotel, InJourney akan menjadi operator hotel kedua terbesar di Indonesia," kata Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, Sabtu (27/6/2026).

1. Bakal proyeksi 120 hotel

ilustrasi kamar hotel mewah (pexels.com/ Amelia Hallsworth)

Dony menjelaskan konsolidasi tersebut akan menjadikan InJourney sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia dengan proyeksi mengelola 120 hotel, di bawah operator hotel swasta yang saat ini memimpin pasar.

Dony juga menjelaskan, proses konsolidasi masih akan berlanjut.

2. Sejumlah hotel BUMN ditargetkan teken CSPA pada awal pekan depan

Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dony juga mengatakan, sejumlah hotel BUMN lainnya ditargetkan ikut menandatangani CSPA pada awal pekan depan. Hal ini dianggap jadi upaya optimalisasi nilai aset dan manajemen yang strukturnya bakal dibuat makin tangguh.

"Penandatanganan CSPA oleh 45 hotel ini merupakan bagian dari transformasi BUMN di sektor hospitality. Momentum positif ini akan terus kita jaga, dan kami memproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan. Ini adalah langkah konkret menuju optimalisasi nilai aset dan struktur manajemen yang lebih tangguh," ujarnya.

3. Alasan gunakan skema CSPA

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN)/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dony menambahkan, skema CSPA dipilih untuk memastikan proses konsolidasi aset berjalan secara hati-hati, dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.

"Skema CSPA ini memastikan bahwa proses konsolidasi aset berjalan prudent dan mengedepankan tata kelola yang baik. Dengan terkonsolidasinya seluruh hotel BUMN menjadi pondasi yang solid untuk melakukan value creation. Transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi," katanya.

Editorial Team

Related Article