Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bukan Kehabisan Uang, Ini Kesalahan Pensiun yang Paling Menyedihkan

Bukan Kehabisan Uang, Ini Kesalahan Pensiun yang Paling Menyedihkan
ilustrasi orangtua, lansia (magnific.com/magnific)
  • Banyak pensiunan memiliki tabungan cukup, tetapi takut membelanjakannya; survei Corebridge Financial mencatat 38% menahan pengeluaran karena cemas saldo terus berkurang.
  • Kurangnya pemahaman strategi penarikan dana bertahap membuat pensiunan mempertahankan pola pikir tidak menyentuh tabungan; hanya 28% responden nyaman memakai dana untuk kebutuhan pensiun.
  • Rencana pengeluaran jangka panjang, termasuk perubahan kebutuhan dan biaya kesehatan, meningkatkan kepercayaan diri menikmati dana pensiun sebelum kesempatan terhambat kondisi fisik atau usia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama ini banyak orang mengira masalah terbesar saat pensiun adalah kehabisan uang. Padahal, kenyataannya gak selalu seperti itu, lho.

Justru banyak pensiunan yang memiliki tabungan cukup, tapi merasa takut menggunakannya meski untuk kebutuhan atau impian yang sudah lama ditunda. Rasa cemas melihat saldo tabungan berkurang sering kali lebih kuat dibanding keinginan menikmati hasil kerja keras selama puluhan tahun.

Akibatnya, masa pensiun yang seharusnya menjadi waktu untuk menikmati hidup malah dipenuhi rasa khawatir. Jika kamu ingin mempersiapkan pensiun dengan lebih baik, memahami kesalahan ini sama pentingnya dengan rajin menabung.

  1. 1. Terlalu takut menggunakan tabungan pensiun

    ilustrasi dana pensiun
    ilustrasi dana pensiun (vecteezy.com/Erwin Pieloor)

    Banyak orang menghabiskan puluhan tahun untuk belajar menabung, berinvestasi, dan menghindari utang. Kebiasaan itu memang sangat baik selama masih bekerja karena membantu membangun kondisi keuangan yang sehat. Namun, kebiasaan tersebut bisa berubah menjadi hambatan ketika memasuki masa pensiun.

    Berdasarkan survei yang dilakukan Corebridge Financial terhadap lebih dari 2.200 orang berusia 45 hingga 79 tahun, sebanyak 38% pensiunan sengaja membelanjakan uang lebih sedikit daripada yang sebenarnya mereka inginkan karena takut tabungan terus berkurang. Padahal, dana pensiun memang dipersiapkan untuk digunakan saat kamu sudah gak lagi memperoleh penghasilan tetap. Jika rasa takut terus mendominasi, kamu justru kehilangan kesempatan menikmati masa pensiun yang sudah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

  2. 2. Hanya belajar menabung, tapi tidak belajar mengelola pengeluaran

    ilustrasi orang tua belanja di supermarket
    ilustrasi orang tua belanja di supermarket (magnific.com/gpointstudio)

    Saat masih bekerja, hampir semua nasihat keuangan berfokus pada cara menambah aset. Kamu diajarkan untuk rutin menabung, berinvestasi, dan membiarkan uang berkembang dalam jangka panjang. Sayangnya, sangat sedikit orang yang diajarkan bagaimana cara menggunakan tabungan itu secara bijak setelah pensiun.

    Survei yang sama menunjukkan hanya 28% responden yang merasa nyaman melihat tabungan mereka berkurang demi memenuhi kebutuhan hidup saat pensiun. Bahkan, hampir setengah responden mengaku belum pernah mendengar istilah decumulation, yaitu strategi mengelola dan menarik dana pensiun secara bertahap. Kondisi ini membuat banyak orang tetap mempertahankan pola pikir "jangan sentuh tabungan" meskipun sebenarnya sudah waktunya menikmati hasil kerja keras mereka.

  3. 3. Menganggap masalah pensiun hanya soal angka

    ilustrasi mempersiapkan dana pensiun
    ilustrasi mempersiapkan dana pensiun (magnific.com/rawpixel.com)

    Banyak orang berpikir kecemasan saat pensiun bisa diselesaikan hanya dengan melihat jumlah tabungan. Kenyataannya, persoalan terbesar justru berasal dari sisi psikologis, lho. Setelah puluhan tahun terbiasa melihat saldo terus bertambah, melihat jumlah uang mulai menurun terasa seperti sebuah kegagalan, meski sebenarnya itu hal yang normal.

    Hasil survei Corebridge Financial memperlihatkan sekitar setengah responden mengaitkan pengeluaran saat pensiun dengan rasa tidak pasti, sementara 44% menghubungkannya dengan kecemasan. Sebaliknya, sebanyak 57% orang berusia 55 tahun ke atas yang memiliki rencana tertulis mengenai cara menggunakan dana pensiun mengaku jauh lebih percaya diri. Pada kelompok yang gak memiliki rencana tersebut, angkanya hanya 26%. Artinya, rasa tenang saat pensiun bukan hanya bergantung pada jumlah uang, tapi juga adanya strategi yang jelas.

  4. 4. Gak memiliki rencana pengeluaran jangka panjang

    ilustrasi orangtua traveling
    ilustrasi orangtua traveling (vecteezy.com/Ahmad Juliyanto)

    Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menganggap seluruh masa pensiun akan berjalan dengan pola pengeluaran yang sama. Padahal, kebutuhan seseorang akan berubah seiring bertambahnya usia. Di awal pensiun, kamu mungkin masih aktif bepergian, menjalankan hobi, atau berkumpul dengan keluarga. Namun, beberapa tahun kemudian pengeluaran bisa bergeser ke kebutuhan kesehatan dan perawatan.

    Karena itu, perencanaan pensiun sebaiknya gak hanya menghitung total tabungan, ya, tapi juga memetakan kapan uang akan digunakan. Perencana keuangan umumnya menyarankan simulasi berbagai kondisi ekonomi agar kamu mengetahui peluang dana bertahan hingga akhir hayat. Selain itu, penting juga menyisihkan dana khusus untuk kebutuhan kesehatan di masa tua sehingga kamu bisa menikmati masa pensiun sekarang tanpa terus dihantui kekhawatiran terhadap biaya di masa depan.

  5. 5. Menunda menikmati hidup sampai akhirnya terlambat

    ilustrasi lansia
    ilustrasi lansia (magnific.com/gpointstudio)

    Kesalahan paling menyedihkan bukanlah memiliki tabungan yang habis, melainkan memiliki tabungan yang tetap utuh ketika kesempatan menikmati hidup sudah lewat. Banyak pasangan menunda liburan, menghemat secara berlebihan, atau terus memakai barang lama karena takut uang berkurang. Padahal, kondisi fisik yang sehat gak akan bertahan selamanya.

    Ketika salah satu pasangan meninggal dunia atau kesehatan mulai menurun, penyesalan sering kali muncul karena banyak rencana yang gak pernah diwujudkan. Uang memang penting sebagai sumber rasa aman, tapi tujuan utamanya adalah membantumu menjalani hidup dengan lebih baik. Jangan sampai seluruh perjuangan mengumpulkan dana pensiun justru membuatmu lupa menikmati hasilnya saat kesempatan itu masih ada.

    Menabung dan berinvestasi tetap menjadi fondasi penting untuk mempersiapkan masa pensiun. Namun, perjalanan keuangan gak berhenti ketika kamu berhasil mengumpulkan dana dalam jumlah besar. Kamu juga perlu belajar kapan dan bagaimana menggunakan uang tersebut dengan penuh perhitungan.

    Memiliki rencana pengeluaran yang jelas akan membuatmu lebih percaya diri menikmati masa pensiun tanpa rasa bersalah setiap kali saldo tabungan berkurang. Pada akhirnya, tujuan dana pensiun bukan sekadar membuat rekening tetap penuh, melainkan memastikan kamu bisa menikmati hidup dengan tenang, nyaman, dan penuh makna di masa tua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More