Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IBMA Resmi Berdiri, Ekosistem Emas Indonesia Masuk Babak Baru
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap potensi besar emas milik masyarakat yang masih disimpan secara pribadi. (Dok/Istimewa).
  • Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk sebagai wadah kolaborasi pelaku industri emas hulu hingga hilir, untuk memperkuat pasar bullion nasional.
  • IBMA akan menjadi mitra pemerintah dalam kebijakan dan standar industri, sekaligus mendorong integrasi ekosistem, hilirisasi emas, serta pengembangan produk berbasis emas.
  • Produksi emas Indonesia pada 2025 sekitar 104 ton, peringkat ke-10 dunia; IBMA menargetkan pasar bullion lebih transparan, kompetitif, dan terhubung dengan sektor keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia resmi memiliki Indonesia Bullion Market Association (IBMA), asosiasi yang menjadi wadah kolaborasi pelaku industri emas dari hulu hingga hilir. Kehadiran IBMA diharapkan dapat mempercepat pendalaman pasar bullion sekaligus memperkuat ekosistem emas nasional.

Pembentukan IBMA dilakukan sekitar satu tahun setelah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan kegiatan usaha bullion atau Bank Emas di Indonesia.

1. IBMA diharapkan jadi wadah kolaborasi perkuat ekosistem pasar bullion nasional

Indonesia resmi memiliki Indonesia Bullion Market Association (IBMA). (Dok/Istimewa).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembentukan IBMA menandai fase baru dalam pengembangan industri bullion Indonesia. Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bullion, tahap berikutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

"Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujar Airlangga.

Di sisi lain, IBMA diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis bagi pelaku industri dalam memperkuat ekosistem pasar bullion nasional. Selain itu, asosiasi tersebut akan berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar bullion Indonesia di tingkat regional maupun global.

"IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia," tegasnya.

2. Pembentukan IBMA bisa percepat hilirisasi emas

Ilustrasi Emas Mulia (IDN Times/Arief Rahmat)

IBMA beranggotakan pelaku industri dari berbagai lini, mulai dari pertambangan emas, manufaktur dan pengolahan bijih menjadi emas batangan dan perak, perdagangan emas batangan atau bullion dealer, perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan nonbank yang memiliki izin di bidang industri bullion, hingga bank bullion.

Sejumlah perusahaan yang telah bergabung, antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana (CMK) yang menaungi merek Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler, PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), serta PT Laku Emas Indonesia.

Pembentukan IBMA menjadi langkah strategis untuk mempercepat integrasi ekosistem emas nasional. Integrasi yang semakin kuat akan mendorong percepatan hilirisasi emas sekaligus membuka ruang bagi pengembangan produk berbasis emas yang lebih beragam.

3. Produksi emas Indonesia pada 2025 capai sekitar 104 ton

Ilustrasi Emas Mulia (IDN Times/Arief Rahmat)

Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengatakan, pembentukan IBMA menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional. Menurut Selfie, keberadaan asosiasi tersebut akan mendorong kolaborasi antar pelaku industri sekaligus membangun pasar bullion yang lebih transparan dan berdaya saing global.

"Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie.

Potensi tersebut ditopang oleh posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil emas dunia. Data World Gold Council mencatat produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 104 ton, menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 dunia.

Di sisi lain, tren permintaan emas global juga terus menunjukkan penguatan. World Gold Council mencatat investasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan permintaan emas. Kepemilikan emas melalui ETF emas global memasuki tahun kedua terkuat sepanjang sejarah, sementara permintaan terhadap emas batangan dan koin mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Momentum tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran emas dalam perekonomian domestik. Karena itu, anggota IBMA akan mendorong pengembangan produk bullion, memperkuat sinergi dengan sektor keuangan syariah, meningkatkan kemudahan berusaha, serta memperluas literasi masyarakat mengenai investasi dan layanan berbasis emas.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas basis investor sekaligus meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional. Pada saat yang sama, IBMA menjadi wadah bagi pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi peluang, merespons tantangan, serta memperkuat arah pengembangan rantai nilai emas dari hulu hingga hilir.

Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, pengelolaan emas di dalam negeri tidak berhenti pada aktivitas produksi dan perdagangan komoditas. Emas juga berpeluang menjadi bagian yang semakin penting dalam hilirisasi, pendalaman pasar keuangan, serta penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article