Ilustrasi penjual makanan dengan berbagai hidangan siap santap di warung. (Pexels/Man Fong Wong)
Jualan sarapan pagi dari rumah bisa menjadi peluang usaha bagi pemula yang memiliki keterampilan memasak. Banyak orang membutuhkan makanan praktis sebelum berangkat bekerja atau sekolah, sehingga usaha makanan pagi layak dicoba. Beberapa menu yang bisa dijual antara lain nasi uduk, nasi kuning, bubur ayam, dan lontong sayur. Namun, untuk menghemat modal, sebaiknya mulai dengan satu menu utama yang paling mudah dibuat.
Jika sudah memiliki kompor, panci, dan peralatan memasak, modal Rp500 ribu bisa dialokasikan untuk kebutuhan awal usaha. Sebagai contoh, siapkan Rp250 ribu untuk beras, telur, sayuran, dan bahan pelengkap, Rp75 ribu untuk kemasan makanan, Rp55 ribu untuk kebutuhan gas, Rp20 ribu untuk promosi sederhana, serta Rp100 ribu sebagai dana cadangan.
Total perkiraan modal awal sekitar Rp500 ribu. Jumlah tersebut merupakan ilustrasi dan bisa berbeda sesuai harga bahan di setiap daerah. Untuk memulai, kamu dapat menawarkan sarapan melalui sistem pre-order atau pemesanan sehari sebelumnya. Cara ini membantu memperkirakan jumlah makanan yang perlu dimasak sekaligus mengurangi risiko makanan tidak terjual.
Promosikan menu melalui status WhatsApp, grup warga, atau kepada rekan kerja. Cantumkan harga, pilihan menu, serta waktu pengambilan pesanan dengan jelas. Pastikan makanan diolah secara higienis, menggunakan bahan segar, dan dikemas dengan baik. Catat seluruh biaya serta hasil penjualan untuk mengetahui apakah usaha memberikan keuntungan setelah biaya operasional diperhitungkan.