Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Belanja yang Terlihat Murah, Bikin Pengeluaran Membengkak!

5 min read
5 Kebiasaan Belanja yang Terlihat Murah, Bikin Pengeluaran Membengkak!
ilustrasi orang belanja (Pexels.com/Liza Summer)
  • Promo dan barang diskon dapat memicu pembelian di luar kebutuhan; harga lebih rendah tetap menambah pengeluaran bila tidak direncanakan.
  • Checkout barang murah berulang, jajan harian, serta biaya pengiriman bisa terakumulasi besar meski setiap transaksi tampak kecil.
  • Membeli stok berlebihan atau barang murah yang cepat rusak berisiko boros; daftar belanja, anggaran, dan evaluasi keranjang membantu mengendalikan pengeluaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu masuk minimarket cuma buat beli sabun, tetapi malah keluar membawa camilan, minuman, dan beberapa barang yang sebenarnya gak dibutuhkan? Awalnya merasa belanja sedikit, apalagi kalau setiap barang yang dibeli harganya cuma belasan ribu rupiah. Namun, ketika semua transaksi dijumlahkan di akhir bulan, kok pengeluaran terasa jauh lebih besar dari perkiraan, ya?

Hal seperti ini bisa terjadi karena kita sering menganggap belanja murah gak akan terlalu berpengaruh pada kondisi keuangan. Padahal, pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali bisa menghabiskan uang tanpa disadari. Nah, sebelum kebiasaan ini bikin dompet makin tipis, yuk, kenali lima kebiasaan belanja yang terlihat hemat, tetapi justru bisa membuat pengeluaran membengkak!

  1. 1. Tergoda promo karena merasa sayang melewatkannya

    ilustrasi belanja promo
    ilustrasi belanja promo (pexels.com/Tamanna Rumee)

    Siapa yang suka langsung mengecek barang diskon ketika melihat tulisan promo besar-besaran? Rasanya memang menyenangkan ketika berhasil mendapatkan barang dengan harga lebih murah, apalagi kalau diskonnya mencapai 50 persen. Masalahnya, kamu bisa saja membeli sesuatu yang sebenarnya gak dibutuhkan hanya karena merasa kesempatan tersebut terlalu sayang untuk dilewatkan.

    Coba bayangkan kamu membeli dua baju seharga Rp150 ribu karena sedang diskon, padahal awalnya gak berencana membeli pakaian sama sekali. Kamu mungkin merasa sudah berhemat karena mendapatkan potongan harga, tetapi tetap saja ada uang yang keluar untuk kebutuhan yang belum tentu penting. Sebelum tergoda promo, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya terlihat menarik karena harganya sedang turun.

  2. 2. Sering checkout barang murah di marketplace

    5 Kebiasaan Belanja yang Terlihat Murah, Bikin Pengeluaran Membengkak!
    ilustrasi seseorang belanja online (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Belanja online memang praktis, apalagi ketika kamu bisa menemukan barang seharga Rp10 ribu atau Rp20 ribu hanya dalam beberapa klik. Karena harganya terasa murah, kamu mungkin gak terlalu berpikir panjang sebelum menekan tombol checkout. Namun, kalau kebiasaan ini dilakukan berkali-kali dalam seminggu, total belanjanya bisa lumayan menguras isi rekening.

    Misalnya, kamu membeli aksesori seharga Rp15 ribu hari ini, perlengkapan rumah seharga Rp25 ribu besok, lalu camilan seharga Rp20 ribu beberapa hari kemudian. Masing-masing memang terlihat kecil, tetapi totalnya sudah mencapai Rp60 ribu, belum termasuk biaya pengiriman atau pembelian lain. Supaya gak kebablasan, coba kumpulkan barang yang ingin dibeli dalam keranjang terlebih dahulu dan tunggu satu atau dua hari sebelum memutuskan checkout.

  3. 3. Membeli barang dalam jumlah banyak karena lebih hemat

    ilustrasi seseorang belanja fashion (pexels.com/Arina Krasnikova)
    ilustrasi seseorang belanja fashion (pexels.com/Arina Krasnikova)

    Pernah melihat promo beli tiga lebih murah daripada membeli satu, lalu langsung mengambil paket yang lebih besar? Strategi ini memang bisa menguntungkan kalau barangnya benar-benar kamu gunakan secara rutin dan gak mudah kedaluwarsa. Namun, membeli banyak sekaligus hanya karena harga satuannya lebih murah bisa membuat pengeluaran membengkak, terutama jika barang tersebut sebenarnya gak terlalu dibutuhkan.

    Contohnya, kamu membeli lima kemasan makanan ringan karena harganya lebih hemat dibandingkan membeli satu kemasan saja. Kalau akhirnya sebagian makanan gak habis atau kamu justru mengonsumsi lebih banyak karena stoknya tersedia, penghematan tadi bisa kehilangan manfaatnya. Sebelum membeli paket promo, periksa kebutuhan dan kemampuan penyimpananmu agar gak berakhir menumpuk barang yang jarang digunakan.

  4. 4. Terlalu sering jajan karena harganya cuma sedikit

    ilustrasi seseorang belanja bahan makanan (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi seseorang belanja bahan makanan (pexels.com/Gustavo Fring)

    Beli kopi seharga Rp15 ribu, pesan camilan Rp12 ribu, lalu mampir membeli minuman dingin Rp10 ribu mungkin terasa biasa saja. Kamu bisa menganggap pengeluaran tersebut masih aman karena nominalnya gak terlalu besar dibandingkan belanja bulanan. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan hampir setiap hari, jumlahnya bisa membuatmu terkejut ketika melihat catatan pengeluaran.

    Sebagai gambaran, pengeluaran jajan Rp25 ribu sehari bisa mencapai Rp750 ribu dalam 30 hari. Bukan berarti kamu harus berhenti menikmati makanan favorit, tetapi ada baiknya kamu menentukan anggaran khusus agar kebiasaan ini tetap terkendali. Kamu juga bisa membawa bekal atau membuat kopi sendiri di rumah pada beberapa hari tertentu, lalu menggunakan uang yang tersisa untuk kebutuhan lain.

  5. 5. Membeli barang murah yang cepat rusak

    ilustrasi seseorang belanja bahan pokok (freepik.com/tirachardz)
    ilustrasi seseorang belanja bahan pokok (freepik.com/tirachardz)

    Harga murah memang menggoda, terutama ketika kamu sedang mencari pakaian, peralatan rumah tangga, atau perlengkapan sehari-hari. Namun, barang dengan harga rendah belum tentu menjadi pilihan paling hemat jika kualitasnya kurang baik dan harus sering diganti. Kamu bisa saja mengeluarkan uang lebih banyak karena terus membeli barang pengganti dalam waktu berdekatan.

    Misalnya, kamu membeli sandal murah yang hanya bertahan satu bulan, padahal ada pilihan lain yang sedikit lebih mahal tetapi bisa digunakan selama setahun. Dalam jangka panjang, membeli sandal berkali-kali justru bisa menghabiskan uang lebih banyak daripada membeli produk yang lebih awet sejak awal. Karena itu, jangan hanya melihat harga saat membeli, tetapi pertimbangkan juga kualitas, daya tahan, dan seberapa sering barang tersebut akan digunakan.

    Mengatur pengeluaran bukan berarti kamu gak boleh menikmati diskon, jajan, atau membeli barang yang disukai. Kamu tetap bisa berbelanja dengan nyaman selama mengetahui mana kebutuhan yang perlu diprioritaskan dan mana keinginan yang masih bisa ditunda. Hal sederhana seperti membuat daftar belanja, menetapkan anggaran, dan memeriksa kembali keranjang sebelum checkout bisa membantu kamu menghindari pengeluaran yang gak direncanakan.

    Coba mulai perhatikan kebiasaan belanjamu selama satu minggu ke depan. Catat pengeluaran kecil yang biasanya dianggap sepele, lalu lihat apakah ada bagian yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa mengganggu kenyamanan sehari-hari. Kamu gak harus langsung mengubah semuanya sekaligus karena mengendalikan satu kebiasaan saja sudah menjadi langkah awal yang baik. Jadi, dari lima kebiasaan tadi, mana yang paling sering kamu lakukan tanpa sadar?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More