Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IHSG Ambles Nyaris 5 Persen, Airlangga Sebut Imbas Aksi FOMO Investor

IHSG Ambles Nyaris 5 Persen, Airlangga Sebut Imbas Aksi FOMO Investor
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Konferensi Pers di Wisma Danantara. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Investor ikut FOMO di saham tak likuid: Menko Airlangga menjelaskan, fenomena fear of missing out banyak terjadi pada saham-saham yang dinilai berpotensi tidak likuid. Kondisi ini membuat investor cenderung melepas saham lebih awal.
  • Saham fundamental masih menguat: Meski IHSG tertekan, saham-saham dengan fundamental baik masih menunjukkan kenaikan. Net inflow asing juga mencerminkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.
  • IHSG melemah hampir 5 persen hari iniIHSG ditutup melemah 4,88 persen atau turun 406,87 poin ke level 7.922,73 pada penutupan perdagangan Senin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terjadi saat ini. Tekanan pasar salah satunya dipicu oleh perilaku investor yang dilanda fear of missing out (FOMO) atau takut ketinggalan momentum.

Kondisi tersebut muncul dari anggapan sebagian investor bahwa saham yang mereka miliki merupakan saham yang selama ini bersifat “olahan”. Saham-saham tersebut, menurutnya, berpotensi terdampak regulasi baru terkait kenaikan porsi free float menjadi 15 persen. Situasi itu mendorong investor memilih melepas saham lebih awal.

"Sehingga dengan demikian mereka melepas saat sekarang," kata Airlangga kepada jurnalis di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

1. Investor ikut FOMO di saham tak likuid

IHSG Ambles Nyaris 5 Persen, Airlangga Sebut Imbas Aksi FOMO Investor
ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Airlangga menjelaskan, fenomena fear of missing out banyak terjadi pada saham-saham yang dinilai berpotensi tidak likuid. Dalam kondisi pasar modal, dia menyebut tidak sedikit investor yang mengikuti arus karena khawatir tertinggal pergerakan pasar.

Saham-saham yang berpotensi tidak likuid merujuk pada saham yang tidak mudah diperjualbelikan di pasar karena jumlah saham yang beredar di publik terbatas atau aktivitas transaksinya rendah.

Menurutnya, kekhawatiran tersebut membuat investor cenderung mengambil langkah cepat dengan melepas saham, terutama pada emiten yang dipersepsikan akan terdampak penyesuaian aturan free float.

"Kami lihat saham-saham yang potensi tidak likuid, itu kalau di pasar modal kan investor-investor banyak yang ikut yang kita sering sebut fear of missing out, takut ketinggalan," ujar dia.

2. Saham fundamental masih menguat

IHSG Ambles Nyaris 5 Persen, Airlangga Sebut Imbas Aksi FOMO Investor
ilustrasi saham (pexels.com/Hanna Pad)

Meski IHSG tertekan, Airlangga menilai tidak semua saham mengalami penurunan. Dia menyampaikan saham-saham dengan fundamental yang dinilai baik masih menunjukkan kenaikan di tengah tekanan pasar.

Selain itu, pergerakan IHSG juga ditandai dengan adanya net inflow asing. Menurutnya, arus dana asing yang masuk mencerminkan kembalinya kepercayaan investor global terhadap proses perbaikan yang sedang dilakukan di pasar modal Indonesia.

"Jadi saya sih melihat dengan masuknya net inflow asing, mereka percaya dengan upaya reform yang dilakukan," ujarnya.

3. IHSG melemah hampir 5 persen hari ini

IHSG Ambles Nyaris 5 Persen, Airlangga Sebut Imbas Aksi FOMO Investor
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup melemah 4,88 persen atau turun 406,87 poin ke level 7.922,73 pada penutupan perdagangan Senin. IHSG dibuka di posisi 8.306,16 dan sempat melemah hingga 7.820,22.

Volume transaksi tercatat mencapai 50,41 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,17 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 720 saham melemah, 58 saham menguat, dan 36 saham tidak mengalami perubahan.

Seperti diketahui, regulator berencana menyesuaikan regulasi yang mewajibkan kenaikan porsi free float menjadi 15 persen. Aturan tersebut akan meningkatkan jumlah saham yang beredar di publik. Alhasil, investor memilih melepas saham lebih awal karena khawatir harga saham yang selama ini minim peredaran akan tertekan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo: Mau Demo 5 Ribu Kali, Tidak Akan Ada Satu Pabrik Dibuka

02 Feb 2026, 19:40 WIBBusiness