Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IHSG Kebakaran Dipicu Anjloknya Saham-Saham dengan Harga Tinggi

WhatsApp Image 2026-02-02 at 18.28.25 (1).jpeg
Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (IDN Times/Pitoko)
Intinya sih...
  • IHSG turun 4,88 persen ke level 7.922,73 pada penutupan perdagangan Senin.
  • OJK menilai penurunan IHSG dipicu oleh anjloknya saham-saham dengan harga tinggi.
  • Harga saham dengan fundamental bagus mengalami kenaikan, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor 4,88 persen ke level 7.922,73 pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, hal itu dipicu salah satunya oleh turunnya saham-sama yang harganya sudah terlampau tinggi.

Di sisi lain, harga saham yang punya fundamental cenderung mengalami kenaikan dan hal itu dianggap OJK sebagai hal baik terjadi pada perdagangan hari ini.

"Jadi, ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini, tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham yang memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi," tutur Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi di Gedung BEI Jakarta, Senin sore.

Selain itu, adanya net buy atau beli bersih dari investor asing setelah dalam empat hari terakhir terjadi net sell.

"Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Jadi, ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign," kata perempuan yang karib disapa Kiki tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Pasar Fintech Syariah RI Diperkirakan Capai Rp289 Triliun pada 2029

02 Feb 2026, 21:15 WIBBusiness