Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Pekan Ini, BBTN-HRUM Disorot

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya sih...
  • Tekanan eksternal masih membayangi IHSG
  • Rilis kinerja positif emiten bisa bangkitkan IHSG
  • BBTN hingga HRUM bisa jadi incaran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pekan ini, di kisaran 8.120-8.300.

Menurut Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, secara teknikal IHSG saat ini berpotensi bergerak konsolidasi setelah belum berhasil menembus area resistance 8.300, dengan level support berada di kisaran 8.120.

“Selama resistance tersebut belum terlewati, pergerakan cenderung sideways dengan volatilitas terbatas,” kata Hari dikutip dari keterangan resmi, Rabu (18/2/2026). 

1. Tekanan eksternal masih membayangi

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Pekan lalu,  IHSG menguat 3,49 persen yang dilihat sebagai sinyal awal pemulihan pasca-isu MSCI. Namun, IPOT melihat tekanan eksternal masih membayangi. Moody's memangkas outlook terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar termasuk empat bank besar nasional yang sempat memicu kekhawatiran investor.

Selain itu, FTSE Russell memutuskan menunda perubahan komposisi indeks terkait Indonesia karena masih menunggu hasil reformasi pasar yang tengah dijalankan bursa, dan akan melakukan review kembali pada Mei mendatang.

Penundaan itu ditegaskan tidak berkaitan dengan country classification seperti yang terjadi pada MSCI.

2. Rilis kinerja positif emiten bisa bangkitkan IHSG

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Hari menegaskan, pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi sentimen fundamental dari rilis laporan keuangan tahunan 2025 yang secara umum memberikan katalis positif, terutama bagi emiten dengan pertumbuhan laba solid dan margin yang terjaga.

Sentimen kebijakan suku bunga juga menjadi faktor penting karena berpotensi menggerakkan sektor perbankan dan properti, seiring ekspektasi stabilitas likuiditas dan permintaan kredit.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati perkembangan reformasi Bursa Efek Indonesia yang progresnya cukup konstruktif dan dapat memperkuat kepercayaan pasar dalam jangka menengah.

3. BBTN hingga HRUM bisa jadi incaran

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Pekan lalu, IHSG tetap mampu menguat ditopang saham-saham konglomerasi seperti BUMI, RATU, BUVA dan lain-lainnya. Di sisi lain, pekan lalu terjadi tekanan jual asing yang cukup besar pada PT Bank Central Asua Tbk (BBCA) dengan outflow mencapai Rp3,8 triliun, yang membuatnya terkoreksi 6,19 persen.

IHSG sendiri mengalami outflow Rp6,1 triliun dalam sepekan. Hal itu mencerminkan rotasi dan selektivitas investor di tengah dinamika sentimen global dan domestik.

Pekan ini, ada tiga saham yang direkomendasikan IPOT, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Dia menambahkan, strategi akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko menjadi kunci untuk menjaga portofolio tetap optimal di tengah fase konsolidasi pasar.

“Dalam kondisi ini investor disarankan lebih selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan memiliki dukungan kinerja yang jelas, khususnya di sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih ditopang permintaan global serta harga komoditas yang relatif stabil," tutur Hari.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Business

See More

Konektivitas sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

18 Feb 2026, 10:26 WIBBusiness